Happy Death Day Review

Di tengah rangkaian film horor tahun 2017 yang tampak menawan dengan balutan cerita yang menegangkan dan makhluk supranatural yang mengerikan, Happy Death Day hadir bagaikan sebuah milkshake vanilla. Dimana film ini terasa manis namun dibuat dengan bahan-bahan yang sempurna dan menghasilkan rasa yang prima. Semua yang terjadi dalam film ini terasa begitu pas. Bahkan setelah menontonnya, Laikers akan merasa telah menonton sebuah film horor yang terasa memuaskan sekaligus menyenangkan.

Happy Death Day merupakan film besutan sutradara Christopher B. Landon (Scouts Guide to the Zombie Apocalypse) dengan Scott Lobdell sebagai penulis naskah ceritanya. Film produksi Blumhouse dan dirilis oleh Universal Pictures ini merupakan sebuah film horor komedi slasher yang terinspirasi dari film-film seperti Groundhog Day (1993), Edge of Tomorrow (2014), dan Before I Fall (2017).

Kisah dalam Happy Death Day dibuka dengan adegan Tree Gelbman (Jessica Rothe) tersadar di sebuah kamar asrama yang asing baginya. Sungguh suatu hal yang sangat tidak menyenangkan untuk mengawali hari, terlebih hari ulang tahunnya. Tapi ternyata hal tersebut hanyalah awal dari kejadian buruk yang terus menghampirinya di hari tersebut. Puncaknya, Tree tewas mengenaskan di tangan seorang pembunuh berpisau yang mengenakan topeng bayi imut, maskot kebanggaan Bayfield University.

Anehnya, begitu tewas, Tree mendapati dirinya kembali tersadar di kamar asrama dan mengulangi hari yang sama. Setelah menyadarai bahwa dirinya akan tetap mengulang hari yang sama jika terbunuh, Tree pun berusaha keras mencari tahu siapa orang yang berusaha membunuhnya. Usahanya tidak terbilang gampang, karena Tree bukan termasuk kategori gadis yang berprilaku baik terhadap orang-orang di sekelilingnya. Intinya, akan diperlukan banyak sekali kematian untuk dapat mengungkap pelaku di balik pembunuhannya tersebut.

Begitu premis dalam Happy Death Day dimulai, Laikers akan menyaksikan adegan semi komedi terjadi setiap kali sang pembunuh berhasil membunuh sang tokoh utama. Meski karakter Tree bukanlah jenis karakter yang loveable, namun perubahan yang terjadi dalam karakternya, cukup menyenangkan juga untuk dinikmati. Jessica Rothe (La La Land, Wolves) dapat membawakan perannya sebagai seorang mahasiswi yang sombong dan lambat laun mulai berubah, dengan baik.

Meski bergenre horor, namun semua kekerasan dalam film ini benar-benar hanya ditujukan pada satu orang, sang pemeran utama. Dimana film ini tidak banyak menampilkan adegan yang mengerikan dan berdarah-darah, namun terasa cukup mencekam. Apalagi identitas tersembunyi sang pembunuh yang sungguh dapat disembunyikan secara rapi hingga film ini berakhir.

Untuk sebuah film yang mengetengahkan perjuangan seorang gadis melawan seorang pembunuh sadis, berulang kali, Happy Death Day terasa sangat menyenangkan untuk ditonton. Jalinan cerita pun mengalir begitu lancar dan apa adanya dengan masih berhasil menciptakan sebuah plot twist yang cukup mencengangkan di akhir film. Secara garis besar, film yang hanya ber-budget kurang dari $5 juta ini sungguh layak untuk dinikmati bersama teman atau pacar tersayang.

Post Author: Escravania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.