A Quiet Place Review

Film A Quiet Place merupakan sebuah film horor dengan tokoh antagonis yang tidak biasa, makhluk sejenis alien yang memburu manusia dan hewan dengan mengandalkan sistem pendengaran mereka yang luar biasa tajam. Karenanya, manusia diharuskan menjaga diri mereka dari incaran makhluk ini dengan melakukan berbagai aktivitas mereka sambil menjaga agar suara yang mereka hasilkan berada di ambang batas minimal.

Keluarga Abbot yang terdiri dari Lee, Evelyn, Regan, Marcus dan Beau termasuk kelompok penyintas yang terakhir ada di kotanya. Karena Regan adalah seorang tuna rungu, wajar jika keluarga ini mempelajari bahasa isyarat saat berkomunikasi antar mereka. Ini juga menjadi poin tambahan bagi alur cerita film ini karena keunggulan yang mereka miliki menjadi terasa lebih alami.


Hari terus berlalu dan Evelyn dikisahkan telah hamil tua, memasuki saat melahirkan. Meskipun keluarga Abbott telah terbiasa hidup dengan suara seminim mungkin, bagaimana caranya bertahan hidup setelah kelahiran bayi mereka?

Film ini hampir-hampir menjadi sebuah film bisu. Percakapan dilakukan dengan bahasa isyarat, langkah para karakter dilakukan dengan perlahan, dan bahkan hampir di semua jalan yang diperlihatkan sering dilewati keluarga Abbott telah ditaburi lapisan pasir untuk menjaga langkah mereka tak bersuara. Penceritaan mengenai situasi dunia saat itu dan kondisi yang dihadapi mereka dikisahkan secara visual, lewat potongan-potongan koran dan serpihan catatan-catatan. Pada suatu kesempatan, pasangan Lee dan Evelyn berdansa dengan mendengarkan lagu lewat earphone yang mereka gunakan bersama. Di saat itu, musik akhirnya terdengar mengalun dan keberadaan suara menjadi sebuah penanda akan sebuah masa di mana keberadaan suara menjadi suatu hal yang sangat menyenangkan.

A Quiet Place memiliki jumlah aktor yang sangat sedikit. Total hanya 7 orang yang muncul sepanjang film. Dari jumlah itu, hanya 4 orang yang boleh dibilang berperan dari awal hingga film berakhir. Oleh karenanya, hubungan dan interaksi para pemain sangatlah penting. Aktor John Krasinski dan aktris Emily Blunt sebenarnya merupakan pasangan suami istri di dunia nyata, sehingga hubungan antara mereka memang terasa sangat dalam dan intens. Bahkan komunikasi antar mereka berdua yang kerap terjadi tanpa kata melainkan hanya tatapan mata bisa menjadi sangat mudah dimengerti.

Emily Blunt sendiri berperan dengan sangat luar biasa di film ini. Tanpa kata, hanya dengan ekspresi wajah dan tatapan matanya, kita bisa merasakan emosi dan situasi yang dihadapinya. Beberapa kali penonton dibawa ke dalam situasi di mana kebanyakan orang akan melakukan hal yang sama jika dihadapkan pada kondisi yang dialami Evelyn Abbott, tetapi Blunt justru memperlihatkan ketegaran seorang wanita yang luar biasa, yang diperankannya dengan sangat meyakinkan dan alami.

Selain Blunt, aktris belia Millicent Simmonds juga tampil memukau. Di usianya yang masih sangat muda (14 tahun) dan pengalamannya bermain film yang baru dua kali, sangatlah mengejutkan bagi kita untuk melihatnya memainkan perannya dengan begitu matang dan menarik.

Sebenarnya, pada akhir film, sangatlah mudah bagi Krasinski untuk mengakhirinya dengan sekedar sebuah penutup yang sederhana dan bahagia. Tapi, dia justru memilih cara lain. Penutup dari kisah menegangkan ini adalah sebuah emosi yang sangat optimis dan penuh harapan, membuat para penonton melangkah keluar dengan semangat terbarukan, bukan sekedar kesenangan biasa.

A Quiet Place adalah sebuah film yang sangat menarik. John Krasinski benar-benar mencurahkan semua kemampuan terbaiknya dalam membuat film ini, baik sebagai penulis, aktor dan sekaligus sutradaranya. Dia berhasil membuat sebuah premis sederhana, tentang sebuah makhluk pembunuh dengan pendengaran sebagai alat pendeteksinya menjadi begitu menakutkan. Tentang keluarga kecil yang bertahan hidup dengan penuh cinta. Dan tentang betapa keberadaan suara bisa menjadi suatu hal yang mewah luar biasa.

 

Post Author: Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game Steam tapi suka lupa maininnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.