Dragon Ball FighterZ, Game Fighting yang Spektakuler & Menyenangkan

Tidak ada yang pernah mengira bahwa menyatukan anime yang paling ikonik sepanjang masa dengan developer game yang terbiasa membuat game-game fighting keren,  merupakan sebuah ide yang sangat bagus. Hasilnya adalah game Dragon Ball FighterZ, yang dibuat oleh Arc System Works (Persona 4 Arena, Sengoku Basara X). Game yang dirilis di akhir bulan Januari 2018 untuk PlayStation 4, Xbox One, dan PC tersebut, dengan suksesnya mengadaptasi kecepatan aksi pertarungan Dragon Ball ke dalam sebuah game  fighting 3v3, lengkap dengan jurus-jurus serangan kombo dan desain yang memukau.

Begitu Laikers memainkan game ini, hampir semua teknik serangan seakan dapat dengan mudahnya dipelajari. Dalam hal ini, Arc System Works berhasil menyederhanakan rangkaian tombol yang digunakan untuk mengeluarkan jurus-jurus serangan. Singkatnya, dalam game ini untuk mengeluarkan jurus, hanya memerlukan empat buah tombol, terbagi dari seragan ringan, serangan medium, serangan berat, dan tentu saja jurus spesial. Bisa dibilang, jika Laikers telah menguasai permainan dalam game Street Fighters, maka Dragon Ball FighterZ merupakan sebuah game yang sangat mudah dikuasai.

Satu hal yang pasti, memainkan game ini pasti terasa akan sangat memuaskan. Hampir semua gerekan-gerakan jurus serangan yang digunakan dalam anime karya Akira Toriyama ini dapat ditemukan dalam game-nya. Beberapa di antaranya adalah, menendang lawan hingga ke udara, meninju lawan dengan kecepatan cahaya, melakukan teleport ke sisi belakang lawan, serangan tanpa henti, bahkan hingga jurus pamungkas, mengalahkan lawan dengan bola energi raksasa.

Dalam game Dragon Ball FighterZ terdapat roster dengan 24 karakter yang dapat Laikers pilih. Dalam single-player campaign, Laikers akan memainkan game ini selama kurang lebih 10 hingga 12 jam, dengan menjalani cerita mengenai klon misterius yang muncul tiba-tiba dan karakter baru di Android 21. Satu-satunya hal yang menyenangkan saat memilih untuk menjalankan kampanye ini adalah beberapa percakapan yang terjadi antara karakter-karakter yang Laikers pilih.

Beberapa karakter yang memiliki percakaan atau scene khusus adalah Gotenks dengan Ginyu, Piccolo dengan Tien, dan hampir seluruh karakter dengan Yamcha. Bagaimanapun, tidak ada salahnya bagi Laikers untuk mencoba kehebatan bertarung atau roster pilihan Laikers dalam versi Arcade Mode sembari melawan AI. Hal yang sedikit mengesalkan adalah Laikers tidak dapat melakukan restart saat kalah dalam sesi pertarungan, dan terkadang perbedaan kekuatannya terasa berbeda sedemikian jauhnya antara pertarungan yang satu dengan yang lainnya.

Dengan semua kelebihan dan kekurangannya, rasanya tidak berlebihan untuk menyatakan game Dragon Bal FighterZ sebagai seri game Dragon Ball terbaik yang pernah ada selama ini. Arc System Works dan Bandai Namco nampaknya sangat faham mengapa serial ini sangatlah dicintai oleh banyak kalangan, hingga saat ini. Oleh karena itulah, mereka memastikan untuk memboyong semua daya tarik tersebut lewat game yang mereka produksi.

Dalam game Dragon Ball FighterZ, Laikers tidak hanya disuguhi sebuah presentasi yang super keren di bagian audio serta visual saja. Selain itu juga masih ada detail animasi yang keren, komposisi gerak yang menakjubkan, sekaligus isi lootbox yang terkadang juga mencengangkan. Bagi Laikers yang mencintai Dragon Ball, baik anime maupun manga-nya, pastinya game yang satu ini merupakan game fighting yang tidak akan dilewatkan begitu saja.

Bagaimanapun, game Dragon Ball FighterZ merupakan sebuah game yang diproduksi dari hasil akumulasi proses kreatif dan rasa cinta pada Dragon Ball, sebagai sebuah serial anime atau manga yang telah menemani perjalanan hidup Laikers dari kecil hingga beranjak dewasa.

Post Author: Escravania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.