Kelanjutan Alien & Predator Setelah di Tangan Disney

Perlahan namun pasti Disney akan menguasai segalanya. Dua franchise yang terkena imbas dikuasainya 20th Century Fox oleh Disney adalah Alien dan Predator. Pertanyaan selanjutnya adalah, apa yang akan dilakukan oleh Disney terhadap kedua franchise tersebut?

Berkaitan dengan franchise Alien, rasanya tidak mungkin Disney tidak memiliki minat untuk melanjutkan rangkaian kisahnya yang dimulai dari film Prometheus (2012) dan dilanjutkan dengan film Alien: Covenant yang dirilis tahun ini. Bagaimanapun kedua film tersebut menuai sukses yang lumayan besar. Kemungkinan terbesar, Disney malah akan berusaha membujuk Sigourney Weaver untuk kembali bergabung dalam franchise tersebut untuk meningkatkan daya tarik dari franchise-nya.

 

Yang menjadi titik permasalahan di sini adalah bagaimana cara Disney nantinya mengolah film seperti Alien dan Predator. Mengingat Disney merupakan perusahaan yang menitikberatkan keluarga, dimana hampir seluruh film yang diproduksi dapat dinikmati oleh seluruh sanak keluarga. Tentu saja hal tersebut menjadi masalah besar, karena film-film Alien dan Predator memiliki rating “R”. Dan tentunya merupakan suatu hal yang mustahil memasukkan film seperti Alien dan Predator ke dalam kategori rating “PG-13”.

Tidak seperti Alien, sebuah film Predator baru akan dirilis pada tanggal 3 Agustus 2018. Bagaimana nasib dari film besutan sutradara Shane Black (Iron Man 3, The Nice Guy) tersebut? Pastinya Laikers akan merasa aneh saat melihat logo Disney terpampang di awal film The Predator, lengkap dengan aransemen “When You Wish Upon a Star”-nya.

Awalnya, film The Predator tersebut dicanangkan untuk menjadi sebuah film pertama dari trilogi. Nah, setelah Fox diakuisisi oleh Disney, bagaimana kelanjutan rencana trilogi tersebut. Akankah The Predator menjadi sebuah film standalone? Atau nasibnya akan sama seperti Star Wars? Rasanya sungguh menyenangkan apabila franshise Predator nantinya bisa bernasib seperti Star Wars. Dengan demikian akan ada sebuah kisah baru yang tentunya patut untuk dinantikan.

Selain itu, bisa jadi Disney juga akan menggabungkan kedua franchise tersebut. Bagaimanapun, kedua franchise itu juga merupakan pundi-pundi pengumpul uang buat Disney, lengkap dengan jumlah penggemar fanatik yang lumayan besar. Lupakan film Alien vs. Predator (2004) yang pernah terjadi sebelumnya. Dengan campur tangan Disney, rasanya nanti Laikers dapat menyaksikan sebuah universe baru yang bisa dipastikan akan terasa fenomenal. Tentu saja, semua itu menanti keputusan dari CEO Disney, Bob Iger. Bagaimanapun, satu hal yang tidak dapat dipungkiri adalah saat ini nasib Predator dan Xenomorph berada di tangan Disney.

Post Author: Escravania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.