Lady Bird Review

Bagi Laikers yang gemar menyaksikan sebuah film drama, film Lady Bird sangatlah wajib untuk disaksikan. Film yang satu ini memiliki jalinan cerita yang mengalir dengan indahnya, meski mengangkat permasalahan keluaraga yang sangat umum terjadi .

Tokoh utama dalam film ini adalah Christine ‘Lady Bird’ MacPherson (Saoirse Ronan). Secara keseluruhan, Lady Bird sebenarnya merupakan remaja perempuan pada umumnya. Keluarganya juga dari keluarga biasa-biasa saja. Ibunya merupakan perawat yang harus banting tulang untuk menafkahi keluarganya. Namun Lady Bird merasa kalau dirinya selalu berada di tempat yang salah.

Keinginan utama Lady Bird adalah berpetualang mencari sesuatu yang baru dan mendalami kesenian. Ketika semua keinginannya tidak terpenuhi, Lady Bird perlahan memberontak. Apalagi di rumah, gadis remaja ini selalu bertengkar hebat dengan ibunya, Marion MacPherson (Lauri Metcalf) untuk masalah yang semestinya tidak perlu diributkan.

Ketika memasuki SMU, Lady Bird harus memaklumi kalau SMU Katolik Sacramento merupakan pilihan yang harus diambil dengan terpaksa dan hingga tahun terakhir di sekolah itu pun apa yang dicarinya tidak ada di tempat tersebut. Bersama teman baiknya Julie Steffans (Beanie Feldstein), Lady Bird pun memutuskan untuk masuk klub drama. Ketika cinta pertama datang menghampiri dirinya, melalui Danny O’Neill (Lucas Hedges), Lady Bird pun juga harus menyadari bahwa cinta pun tidak berjalan dengan mulus. Kemudian perjalanan cintanya berlanjut ke seorang musisi, Kyle Scheible (Timothee Chalamet) yang juga kandas seketika.

Setelah hubungan keduanya kandas, Lady Bird langsung fokus ke tujuan utamanya, yakni mencari tempat kuliah di New York yang sesuai dengan bidang yang dicarinya. Namun ketika mesti berpisah dari ibunya, mendadak déjàvu seolah muncul di depan matanya, seolah dia masih berada di Sacramento, menghafal semua toko, semua jalanan yang dilaluinya, dan mengenang kebersamaan bersama orang tua terutama ibunya yang sangat dicintainya.

Dengan tema umum yang diambil, sepertinya yang dialami Lady Bird merupakan tipikal permasalahan yang banyak dihadapi semua remaja. Dan memang konflik antara orang tua dan anak memang sangat rentan di usia itu. Menariknya adalah, dengan kondisi keluarganya yang pas-pasan, Lady Bird tetap sabar menunggu walaupun kuliah yang ia tunggu juga mempunyai daftar tunggu. Segala hal yang dialami oleh Lady Bird waktu SMU secara tidak langsung menempa dirinya agar menjadi tangguh, walaupun mengalami kegagalan dalam urusan percintaan secara beruntun.

Greta Gerwig yang menyutradarai dan membuat skenario film ini, bisa dibilang merupakan aktris yang sudah kenyang dalam berbagai film dan serial yang ia mainkan. Bisa dibilang film Lady Bird ini merupakan debut solonya yang diakui kritikus dan menuai banyak pujian.

Berperan sebagai Lady Bird membuat Saoirse Ronan mencapai titik puncaknya dalam dunia perfilman. Aktris yang memulai debutnya sejak usia sembilan tahun ini lebih dikenal lewat perannya di Atonement (2007) dan Brooklyn (2015) yang membuatnya masuk nominasi Golden Globe. Kini dengan peran yang lebih menantang tentunya tidak sulit dalam menjadi seorang Lady Bird yang banyak dialami remaja lainnya dan film ini bisa menjadi inspirasi para remaja yang sedang dilanda kegalauan dan permasalahan dalam hidup.

Hasilnya, terlihat dalam ajang Golden Globe 2018. Saoirse Ronan memperoleh penghargaan sebagai artis terbaik untuk komedi/musikal. Dan film ini juga memperoleh penghargaan sebagai film terbaik untuk kategori yang sama.

 

Post Author: Escravania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.