Mile 22 Review

Minggu ini kita sudah bisa menyaksikan Mile 22 sebuah film yang cukup dinantikan oleh para penggemar film di Indonesia karena keterlibatan Iko Uwais, aktor laga yang sedang naik daun.

Dalam film ini, tim Overwatch yang di antaranya beranggotakan James Silva (Mark Wahlberg), Alice Kerr (Lauren Cohan), Sam Snow (Rhonda Rousey), dan Queen (CL) memiliki misi mencari cesium, sebuah material berbahaya yang dapat digunakan sebagai senjata pemusnah massal. Mereka mengikuti petunjuk terakhir yang mereka miliki dan tiba di Indocarr, sebuah negara fiktif yang diduga menjadi tempat di mana cesium yang mereka cari disembunyikan. Di tengah kebuntuan, muncul Li Noor (Iko Uwais) yang mengklaim memiliki info lokasi cesium dan akan memberikannya jika mendapatkan suaka dan diungsikan ke Amerika.

Belum lama Noor menyerahkan diri, muncul seorang pejabat Indocarr yang meminta agar Noor diserahkan ke pihak mereka. Di saat yang bersamaan, dua orang pembunuh berusaha menghabisi Noor yang saat itu sedang ditahan di ruang pemeriksaan kedutaan Amerika. Setelah adegan laga yang seru, Noor berhasil menghabisi 2 pembunuh tadi dan Silva akhirnya melaporkan situasi ke atasannya, James Bishop (John Malkovich). Mereka akhirnya menyetujui persyaraatan Noor dan memutuskan untuk membawanya ke Amerika. Masalahnya, mereka terlebih dahulu harus membawa Noor ke bandara yang terletak 22 mil dari kedutaan (dan menjadi dasar judul film ini) sementara sudah dapat dipastikan bahwa akan semakin banyak muncul serangan terhadap Noor. Apakah tim Overwatch mampu menyelamatkan Noor?

Untuk menghidupkan karakter James Silva, Mark Wahlberg memperlihatkan sebuah kebiasaan memainkan sebuah gelang karet yang terus menerus ditarik dan dilepaskan agar menyakiti tangannya sendiri dan mengingatkannya agar tetap fokus. Hal ini ikut membuat penonton terfokus pada kebiasaannya tersebut dan cukup terganggu karenanya. Alice Kerr juga memiliki masalah pribadi yang terbawa-bawa ke dalam pekerjaannya. Sayangnya, skenario film ini tidak memberi kesempatan bagi karakter Silva, Kerr, Snow maupun Queen untuk dapat berkembang.

Iko Uwais memang menjadi penyelamat film ini. Boleh dibilang, cerita film ini memang bergulir dengan kehadiran tokoh Noor. Pun begitu halnya dengan berbagai adegan laganya. Adegan-adegan laga terbaik adalah yang menghadirkan Iko sebagai sentralnya. Meskipun pada akhirnya film ini hanya mendapatkan nilai lumayan, kita harapkan Mile 22 bisa menjadi kendaraan Iko Uwais untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi lagi.

Post Author: Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game Steam tapi suka lupa maininnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.