Review: Ballerina

Menjadi seorang balerina bisa jadi dikatakan merupakan impian sebagian besar anak perempuan. Bagaimana tidak, gerakan gemulai nan mempesona dari seorang balerina yang sedang menari di atas panggung pastinya akan selalu membuat mereka memandang dengan penuh kekaguman. Oleh karena itu, tampaknya cocok sekali jika film animasi asal Kanada dan Perancis ini dirilis saat libur Natal dan Tahun Baru.

Ballerina mengambil setting tahun 1870 di Perancis, dimana seorang anak yatim piatu bernama Félicie (Elle Fanning) memiliki impian untuk menjadi seorang penari. Demi mengejar impiannya, Félicie nekat melarikan diri ke Paris dari panti asuhan yang telah membesarkannya. Félicie tidak sendiri, dia dibantu oleh sahabatnya, Victor (Dane DeHaan). Sesampainya di Paris, Félicie berusaha dengan keras untuk dapat masuk dan mengikuti pelajaran dalam sebuah sekolah balet ternama. Félicie tidak berjuang sendiri, selain Victor yang selalu siap mendukung dan mendengarkan keluh kesahnya, juga ada Odette (Carly Rae Jepsen), seorang mantan balerina, yang melatih Félicie dengan keras.

ballerina-film-still

Ada beberapa hal yang cukup menarik dalam Ballerina, salah satunya adalah penggambaran akan perubahan hubungan antara Félicie dan Victor, dari teman masa kecil menjadi sepasang kekasih. Selain itu tentu saja adalah gerakan-gerakan tarian balet yang indah dan mengagumkan. Konon, gerakan-gerakan tarian balet tersebut benar-benar dilakukan oleh penari balet profesional. Last but not least. walaupun dari segi animasinya masih belum sekaliber Disney atau Pixar, namun Ballerina benar-benar menarik untuk dinikmati dan ditonton dalam masa liburan ini.

Post Author: Escravania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.