Review Film Alpha

dengan latar belakang benua Eropa pada 20.000 tahun yang lalu, kita akan mengikuti kisah Keda (Kodi Smit-McPhee) yang baru saja beranjak remaja. Menurut adat sukunya, ini berarti dia sudah waktunya untuk bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan sukunya, di antaranya untuk menyediakan bahan makanan yang didapat dengan perburuan tahunan.

Masalahnya, Keda adalah remaja dengan hati yang lembut. Dia bahkan tidak tega membunuh binatang untuk memakannya. Seperti yang pernah ibunya katakan, “dia akan memimpin dengan hatinya, bukan dengan senjata”. Ayahnya, Tau, sang kepala suka, tetap mengharuskan Keda untuk mengikuti perburuan. Malangnya, saat berburu bison, Keda terpelanting jatuh ke jurang dan tersangkut di tebing tanpa ada jalan untuk turun maupun naik. Rombongan sukunya mengira ia sudah mati dan akhirnya meninggalkannya setelah mengadakan upacara penguburan kecil.

Ternyata Keda belum mati. Dengan kaki patah dan luka-luka di badannya ia berusaha bertahan hidup dan menuruni tebing curam tempatnya terjatuh. Bahkan setelah berhasil turun dari tebing tersebut, masalahnya belum selesai. Ia masih harus menempuh perjalanan jauh pulang ke sukunya sambal berjaga-jaga dari serangan binatang buas dengan senjata seadanya. Oh ya, juga ada ancaman lain berupa musim dingin yang mampu membuat orang tidak sanggup bertahan hidup dan juga kurangnya bahan makanan. Di saat inilah Keda mendapat serangan dari kawanan serigala. Untungnya, dia berhasil melukai seekor serigala yang menyerangnya. Alih-alih menghabisi serigala tersebut, Keda malahan merawatnya hingga akhirnya serigala yang ia namakan Alpha tersebut kembali sehat, bahkan menjadi temannya. Berdua mereka meneruskan perjalanan mencari perkampungan Keda. Apakah mereka akan berhasil?

Meskipun tema bocah lelaki dengan anjingnya sudah difilmkan berkali-kali, ada suatu hal yang terasa segar dari film Alpha. Terus terang, di awal film, aktor Kodi Smit-McPhee terlihat lemah dan tidak memiliki karakter yang kuat. Ternyata hal tersebut memang merupakan suatu hal yang sudah dipersiapkan sejak awal. Seiring berjalannya film ini, dia terlihat semakin berani, makin dewasa dan memiliki tekad yang kuat. Salut untuk kekuatan akting dari Kodi Smit-McPhee!

Di sisi sinematografi, film ini terlihat bagus luar biasa. Sutradara Albert Hughes dan timnya memang tidak pernah memperlihatkan keindahan gambar dan berbagai adegan di film ini secara tanggung-tanggung. Laikers sebaiknya menonton film ini di layar Imax untuk mendapatkan pengalaman menonton yang luar biasa. Di sisi pengembangan cerita, meskipun premis film ini boleh dibilang sederhana, digarap dengan sangat apik dan menghasilkan sebuah pengalaman menonton film yang menghibur sekaligus menakjubkan.

Post Author: Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game Steam tapi suka lupa maininnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.