Review Film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald

Setelah seri Harry Potter selesai, kita akhirnya kembali pada dunia sihir ciptaan JK Rowling melalui film Fantastic Beasts and Where to Find Them pada tahun 2016. Tahun ini akhirnya kita bisa menyaksikan lanjutan dari petualangan Newt Scamander di dunia sihir yang menakjubkan.

Berlatar belakang tahun 1927, kali ini kita akan mengikuti Newt Scamander (Eddie Redmayne), beberapa saat setelah kejadian pada film Fantastic Beasts yang pertama. Seperti sebelumnya, Newt masih memiliki masalah dengan Kementerian Sihir. Grindelwald (Johnny Depp) berhasil meloloskan diri dan kembali mencari keberadaan Credence Barebone (Ezra Miller) di Paris.

Justru Albus Dumbledore yang berhasil meyakinkan Newt untuk mencoba menggagalkan rencana Grindelwald

Para pejabat di Kementerian Sihir, termasuk Theseus (Callum Turner), kakak dari Newt menginginkan agar Newt mencari, dan jika diperlukan, membunuh Credence sebelum Grindelwald berhasil menemukannya. Newt menolak melakukannya dan memilih tetap menjalani hukuman dari Kementerian Sihir. Di lain pihak, justru Albus Dumbledore (Jude Law) yang berhasil meyakinkan Newt untuk mencoba menggagalkan rencana Grindelwald yang ingin menyatakan perang terhadap kaum Muggle dan para penyihir yang ingin mempertahankan keadaan damai.

Karakter – karakter lain yang muncul di film ini antara lain adalah Queenie (Alison Sudool) dan pacarnya Jacob (Dan Fogler), Tina (Katherine Waterston), dan Leta Lestrange (Zoe Kravitz). Fokus utama pada film ini terletak pada perburuan mencari Credence dan mencari tahu siapa sebenarnya dia. Selain itu, seperti yang sudah diterka oleh para fans, juga akan diceritakan awal dari perang dahsyat yang diawali oleh Grindelwald.

Eddie Redmayne memerankan Newt dengan brilian. Seperti sebelumnya, pada awal cerita dia digambarkan sebagai pecinta binatang-binatang aneh yang kurang cocok berbaur dengan orang dan penyihir lain. Seiring berjalannya cerita, Newt justru berhasil memperlihatkan bahwa dirinya adalah penyihir handal yang sangat menguasai berbagai jenis sihir. Jude Law juga tampil meyakinkan sebagai Dumbledore. Dia membawakannya dengan persis dan meyakinkan sebagai versi muda Dumbledore, seorang bijak yang selalu memiliki tujuan dan rahasia yang disimpannya sendiri.

Identitas Credence yang sebenarnya akan terungkap dan mengejutkan semua orang!

Johnny Depp, seperti biasa, tampil meyakinkan sebagai Grindelwald, seorang penyihir tangguh dengan kekuatan yang tak bisa diketahui batasnya, memiliki sifat jahat yang kelam sekaligus karisma yang tak bisa diabaikan begitu saja. Sangat cocok untuk menjadi tokoh yang sanggup melakukan berbagai kejahatan, sesuai dengan judul film ini. Peran tokoh-tokoh lainnya seperti Tina, Jacob, dan Queenie juga masih menarik, walaupun porsinya tidak lagi sebesar film prekuelnya.

David Yates, yang menyutradarai film JK Rowling untuk keenam kalinya sejak Harry Potter and the Order of the Phoenix, membuktikan bahwa memang dialah sutradara yang paling mengerti dan mampu menggambarkan dunia sihir ala Wizarding World. Tampilan para binatang di sini begitu menarik, kadang membingungkan dan menyeramkan, tetapi selalu unik. Tampilan dan efek visual di sini begitu indah dan memuaskan untuk dilihat, sama halnya dengan efek dan tata suara yang memberikan efek immersif bagi para penonton.

Saran kami, sebaiknya Laikers menonton film ini di bioskop yang memiliki layar lebar dan tajam dengan sistem audio yang bagus agar dapat merasakan sepenuhnya petualangan Newt Scamander dan kawan-kawan.

Post Author: Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game Steam tapi suka lupa maininnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.