Review Film Overlord

Tidak seperti biasanya, sebuah film dirilis dengan begitu sedikit promo atau cerita tentang latar belakang ceritanya. Jadilah film Overlord ini menjadi suatu hal yang menjadi misteri. Orang hanya tahu bahwa film ini mengangkat tema tentang misteri supernatural dengan latar belakang jaman Perang Dunia kedua.

Film ini diawali dengan adegan ketika pasukan parasutis yang akan diterjunkan ke wilayah Prancis. Mereka memiliki misi khusus yaitu menghancurkan menara radio untuk mencegah musuh melakukan koordinasi dengan pasukan lainnya. Ketika pesawat yang menerbangkan mereka berhasil ditembak jatuh. Regu mereka tercerai-berai dan hanya menyisakan satu grup kecil penyintas yang terdiri dari Boyce (Jovan Adepo), Tibbet (John Magaro), Corporal Ford (wyatt Russell), dan fotografer perang Chase (Iain De Caestecker).

Dalam perjalanan menuju menara radio yang menjadi sasaran mereka mereka bertemu dengan seorang penduduk desa setempat bernama Chloe (Mathilde Ollivier). Chloe, keluarganya dan juga penduduk desanya sering disiksa oleh pasukan Nazi, sehingga dia akhirnya setuju untuk membantu Boyce dan kawan-kawannya. Chloe menunjukkan arah ke menara radio dan untuk sementara waktu, menyembunyikan Boyce dan kawan-kawannya.


Saat itu, desa Chloe sedang dipenuhi oleh pasukan Nazi yang memeriksa jika ada pasukan musuh yang berhasil masuk ke sana. Mereka memeriksa semua rumah termasuk rumah keluarga Chloe. Pertikaian akhirnya tidak dapat dihindari ketika pimpinan Nazi Wagner (Pilou Asbæk) melecehkan Chloe dan Boyce muncul untuk membelanya. Meskipun berhasil menyekap Wafner, Boyce dan kawan-kawan harus bergerak cepat untuk menyelesaikan misi mereka. Boyce pun berangkat untuk menyelidiki menara radio tersebut.

Yang berhasil dipelajari oleh Boyce tentang menara radio tersebut melebihi dugaan mereka. Pihak Nazi rupanya sedang mengembangkan cara mengerikan yang bisa memungkinkan membuat pasukan tantara yang tidak bisa mati dan tak kenal rasa sakit, sebuah pasukan prajurit super yang tidak bisa dihentikan siapapun. Jadi, tugas Boyce dan kawan-kawan pun bertambah. Mereka harus menghancurkan menara radio sekaligus laboratorium dan contoh spesimen prajurit super ala Nazi.

Film ini diproduseri oleh JJ Abrams dan disutradarai oleh Julius Avery (Son of a Gun) berdasarkan skenario dari Billy Ray (The Hunger Games) dan Mark L. Smith (The Revenant). Jika kita lihat dari premis awal dan deretan aktor yang membintangi film ini, bisa kita simpulkan bahwa film ini sebenarnya merupakan kelas B yang beranggaran rendah. Di sinilah kita bisa menyaksikan bagusnya penyutradaraan Avery. Adegan-adegan di awal film, saat di dalam pesawat dan ketika pasukan mereka terjun dan mendarat adalah salah satu bagian terbaik film ini. Begitu juga dengan make up para karakter, terutama karakter Wafner dengan muka yang sudah separuh hancur. Luar biasa!

Overlord saat ini sedang diputar di bioskop-bioskop. Jangan sampai ketinggalan menonton film ini ya!

Post Author: Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game Steam tapi suka lupa maininnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.