Review Lights Out

Lights Out tadinya adalah sebuah film horor pendek sepanjang tiga menit yang sangat menakutkan. Bila Laikers belum pernah melihat filmnya, Laikdis akan sedikit bercerita. Film pendek tersebut memperlihatkan sesosok wanita menyeramkan yang selalu muncul ketika lampu dimatikan dan akan menghilang begitu lampu dinyalakan. Dari sepenggal kisah film pendek tersebut, David F. Sandberg dan Eric Heisserer berhasil mengembangkan sebuah film horor sepanjang 81 menit.

LO1

Sebagai film debut pertama, Lights Out mengantarkan nama David F. Sandberg sebagai salah satu sineas horor Hollywood. Untuk mencapai predikat ini, Sandberg bersama Eric Heisserer harus menambahkan berbagai plot dan elemen cerita ke dalam Lights Out orisinil. Dari proses penambahan tersebut lahirlah sosok Diana (Alicia Vela-Bailey) yang pernah hidup bersama-sama dengan Sophie (Maria Bello) di sebuah rumah sakit jiwa. Diana memiliki semacam kekuatan pikiran dan kulit yang photosensitif. Kondisi ini membuat wujud Diana jadi lebih menakutkan ketimbang hantu di Lights Out orisinil dan hal ini benar-benar dimanfaatkan oleh Sandberg.

Lights Out mengajak kita ke dalam kehidupan Sophie (Maria Bello), seorang janda sinting yang memiliki hubungan khusus dengan Diana. Rebecca (Teresa Palmer) yang merupakan anak tertua Sophie memutuskan untuk meninggalkan ibu dan adik tirinya Martin (Gabriel Bateman) setelah dihantui mimpi-mimpi mengerikan tentang Diana. Tapi apakah Diana itu hanya sekedar mimpi buruk Becca?

LO3

Sebagai penguasa kegelapan yang menakutkan, perjalanan Diana menghantui Rebecca (Teresa Palmer) dan Martin (Gabriel Bateman) terbilang sangat sukses. Sosoknya memberikan ante up luar biasa bagi para pencinta film horor. Apalagi ketika kita melihat sosok Diana di apartemen Rebecca untuk pertama kalinya. Di adegan tersebut Diana muncul di ruangan apartemen Rebecca yang tersirami cahaya neon berwarna merah berkedip-kedip. Setiap lampu neon berkedip, sosok Diana muncul di ambang pintu, meringkuk dan menggores lantai dengan kuku-kukunya yang tajam. Sosok tersebut menghantui waktu tidur Laikdis dan membuat kami membayangkan hal-hal buruk yang mungkin bakal terjadi ketika kami mematikan lampu kamar. Kami hanya bisa berguman “Semoga tidak ada Diana di antara kita”.

[kad_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=6LiKKFZyhRU” maxwidth=550 ]
 

Post Author: Escravania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.