Review: Live by Night

Segala sesuatu yang kita lakukan, baik atau buruk, akan kembali ke kita, walaupun tidak dalam bentuk yang sama atau waktu yang kita perkirakan. Melalui panjangnya perjalanan kehidupan, karma pastinya akan datang menghampiri dan kita akan menuai apa yang telah kita tanam, baik atau buruk.  Begitulah inti dari film Live by Night yang diadaptasi Ben Affleck dari novel karya Dennis Lehane.

Dalam Live by Night, Ben affleck berperan sebagai Joe Coughlin, seorang mantan tentara yang menolak untuk hidup di bawah perintah lagi sejak kembali dari dahsyatnya Perang Dunia I. Untuk mencari nafkah, Joe melakukan beberapa perampokan di beberapa tempat yang akhirnya menempatkan dirinya di tengah-tengah pertempuran antara bos mafia Irlandia, Albert White (Robert Glenister), dan bos mafia Italia, Maso Pescatore (Remo Girone).  Meski begitu, Joe tetap meyakinkan ayahnya (Brendan Gleeson), bahwa dia tidak akan bergabung dengan mafia dan menerima perintah mereka. Sayangnya, keputusan yang buruk membuat Joe dikhianati oleh kekasihnya, Emma (Sienna Miller), luka parah, dan masuk penjara.

live-by-night-ben-affleck2

Begitu keluar dari penjara, Joe langsung mengambil langkah untuk melakukan balas dendam. Maso Pescatore pun menempatkan Joe di Tampa untuk mengurus bisnis minuman kerasnya. Dalam waktu singkat, Joe yang dibantu oleh orang kepercayaannya, Dion Bartolo (Chris Messina), berhasil menguasai Tampa. Tetapi semakin sukses seseorang, akan semakin banyak rintangan yang menghadang. Dan Joe pun mendapati dirinya berhadapan dengan oknum yang korup, Ku Klux Klan, penceramah agama, Loretta Figgis (Elle Fanning), serta Maso Pescatore sendiri.

Meski dikomandoi oleh Ben Affleck, Live by Night tidak mencapai kelas yang sama dengan Argo dan The Town. Bahkan artis-artis berbakat seperti Zoe Saldana (berperan sebagai Graciela), Chris Messina, Sienna Miller, dan Chris Cooper (berperan sebagai Irving Figgis), terlihat hanya sebagai “tempelan” dalam perjalanan hidup seorang Joe Coughlin.  Untungnya, alur cerita yang menarik, emosional, dan diselingi humor, sanggup membuat kita menikmati film ini. So, bagi Laikers yang gemar menonton film gangster mafia, film ini lumayan untuk mengobati kerinduan akan genre tersebut.

Post Author: Escravania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.