Review Truth or Dare

Dalam film Truth or Dare, sutradara Jeff Wadlow mengkombinasikan permainan yang biasanya dimainkan oleh para remaja dengan kekuatan supernatural yang menyeramkan. Film ini memperkenalkan kita pada sebuah permainan yang biasanya begitu ringan untuk dimainkan, menjadi suatu hal yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Kisah ini diawali ketika beberapa remaja yang sedang menikmati liburan mereka di Mexico bertemu dengan seorang pemuda bernama Carter. Ternyata Carter memiliki niat jahat dan menjebak mereka untuk ikut dalam permainan Truth or Dare, tetapi dengan aturan yang belum pernah ada sebelumnya.

Satu per satu mereka diwajibkan memilih Truth atau Dare. Jika memilih Truth, maka dia harus mengungkapkan sebuah rahasia yang dapat menyakiti temannya. Sedangkan Dare akan membuatnya menjalani suatu aktivitas yang dapat membahayakan dirinya sendiri. Awalnya, pilihan Truth yang diambil oleh para karakter film ini terasa begitu ringan, tetapi lambat laun berubah menjadi semakin kelam dan justru di situlah film ini terasa menarik. Terutama karena pada akhirnya semua karakter harus memilih antara Truth or Dare, karena jika menolak, mereka dipastikan akan menemui kematian dengan cara yang mengerikan.

Film ini merupakan salah satu film Blumhouse. Artinya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pada proses pembuatan film ini seperti biaya pembuatannya harus berada di kisaran 3-5 juta dollar, ongkos produksi yang murah, dan semua pihak yang terlibat harus mendapatkan bayaran yang layak. Dengan syarat yang boleh dibilang cukup ketat tersebut, rasanya boleh dibilang film seperti ini tidak akan bisa memberikan anggaran yang besar bagi produksi dan tentu saja efek spesialnya. Nah, biasanya di sinilah sebuah naskah dan cerita menunjukkan sisi cemerlangnya.

Untuk film Truth or Dare ini, para penulis naskahnya berhasil memperlihatkan kebolehan mereka dengan cara membunuh para karakter di dalam cerita dengan cara yang seunik mungkin.

Tidak diragukan lagi, film ini khusus diperuntukkan untuk para remaja dan mungkin hanya mereka yang akan menganggap film ini menyenangkan. Meskipun di sana sini film ini memiliki banyak kekurangan, masih banyak hal lain yang bisa kita nikmati di sini. Yang terpenting, pada akhirnya kita bisa mendapatkan sebuah jawaban kunci, bagaimana cara mereka melepaskan diri dari kutukan tersebut.

Post Author: Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game Steam tapi suka lupa maininnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.