Secret of Mana, Versi Remake yang Mengecewakan

Secret of mana bisa jadi merupakan salah satu game yang paling melekat erat dalam ingatan hampir semua gamer. Game yang dirilis pada tahun 1993 ini mampu membawa Laikers larut dalam jalinan cerita yang terpadu dengan indah dengan balutan visual serta musik yang sangat memukau pada masanya. Bisa jadi, karena itulah Secret of mana menjadi salah satu game RPG yang paling memorable bagi semua penggemar RPG.

Oleh karena itulah, pada saat Square Enix mengumumkan bahwa mereka akan membuat versi remake dari game fenomenal ini, banyak sekali harapan terletak pada versi remake-nya. Sayangnya, harapan hanya tinggal harapan. Nyatanya, versi remake  dari Secret of Mana sama sekali jauh dari harapan dan terasa sangat mengecewakan.

Dari segi cerita, ada banyak sekali pemotongan cerita dan terjemahan ulang yang tidak sama dengan versi pendahulunya. Pemotongan cerita dan dialog, membuat interaksi karekter di dalam game pun menjadi banyak berkurang. Hal tersebut membuat keseluruhan cerita dari versi remake ini tidak semenarik versi pendahulunya.

Dari segi suara dan sound effect juga terasa mengecewakan. Kualitas para pengisi suaranya sangat patut dipertanyakan terutama bagi Laikers yang memainkan game ini dalam Bahasa Inggris. Ini adalah salah satu contoh, di mana jika karaker memiliki pengisi suara yang tidak sesuai, akan merusak hampir seluruh rasa dalam memainkan game-nya.

Dalam versi ­remake-nya, Randi terasa bagaikan seorang pecundang. Primm terasa jauh lebih keras kepala daripada versi pendahulunya. Satu-satunya karakter yang terdengar sekaligus tampak sempurna di versi remake ini hanyalah Popoi seorang. Satu hal yang terlihat lumayan menggelikan adalah bibir para karakter bahkan tidak terlihat bergerak saat mereka sedang berbicara. Tentu saja hal tersebut terasa mengherankan dengan kemajuan grafis saat ini, apalagi hal tersebut terjadi pada hampir setiap cutscene.

Nampaknya, tidak ada yang perlu dibicarakan untuk segi visual dan soundtrack-nya yang terasa sama mengecewakannya dengan yang lainnya. Secara garis besar, terlihat bahwa studio yang dipercaya oleh Square Enix untuk mengerjakan proyek ini memiliki bujet yang sangat terbatas untuk berkarya. Hasilnya, ya ala kadarnya saja. Dibanding dengan versi pendahulunya, semuanya terasa begitu hambar dan kosong.

Satu-satunya hal yang layak diperhitungkan dalam game versi remake ini hanyalah sistem pertarungan yang memiliki beberapa upgrade dibanding versi pendahulunya. Laikers dapat bergerak dan menyerang musuh secara diagonal, meski musuh juga dapat melakukan hal yang serupa. Selain itu masih ada tambahan shortcut untuk melakukan serangan yang tentunya membuat serangan menjadi jauh lebih cepat.

Walau bagaimanapun, versi remake  dari Secret of Mana ini merupakan suatu hal yang sangat mengecewakan. Setelah berhasil mengalahkan bos terakhir, Laikers akan merasa sangat tidak puas dengan game yang satu ini. Pada akhirnya, daripada memainkan versi terbarunya di perangkat PlayStation 4, PlayStation Vita, dan membelinya di Steam, mungkin ada baiknya jika Laikers mencoba memainkan versi pendahulunya dalam SNES Classic.

Post Author: Escravania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.