Wonder Review

Bagi Laikers yang suka menonton film drama yang menyentuh, film Wonder merupakan sebuah film yang wajib untuk disaksikan. Dalam film ini, terdapat banyak pesan untuk selalu berbuat baik, serta menghargai setiap orang tanpa melihat penampilan fisiknya. Selain itu, film yang dirilis oleh Lionsgate ini juga sarat akan beberapa pesan moral lain seperti persahabatan, empati, dan kegigihan dalam bersikap benar.

Tokoh utama dalam film Wonder adalah Auggie Pullman yang diperankan oleh Jacob Tremblay. Anak lelaki cerdas berusia 10 tahun ini menderita sindrom Treacher-Collins (ketidaknormalan pertumbuhan muka dan tulang) yang menyebabkan wajahnya rusak akibat dari 27 operasi yang harus dijalaninya ketika masih bayi. Operasi-operasi yang menyelamatkan nyawanya tersebut sayangnya tidak dapat memperbaiki wajahnya. Hasilnya, wajah Auggie tampak seperti wajah seseorang yang baru saja tertimpa kecelakaan mobil. Mata kirinya melekuk ke bawah, seakan ada banyak air mata yang tumpah, telinganya, tampak seperti gumpalan daging, dan di keseluruhan wajahnya dapat terlihat guratan-guratan seperti bekas luka. Bagaimanapun, Auggie bukanlah Freddy Krueger dari film A Nightmare on Elm Street. Auggie hanyalah seorang anak kecil biasa dengan penampilan yang tidak biasa.

Wajahnya yang terlihat muda dan tua di saat yang bersamaan mungkin membutuhkan waktu untuk dilihat. Namun, seiring dengan berjalannya film Wonder, Laikers akan dapat melihat sorot kebaikan dan kesedihan yang memancar dari mata Auggie serta kemurnian jiwanya yang polos.

Umumnya, dalam berbagai film, sosok dengan wajah yang rusak digambarkan sebagai seorang yang licik dan manipulatif. Namun ada juga beberapa sineas yang berhasil membuat film dengan tokoh berwajah atau berpenampilan tak sempurna sebagai karakter utamanya. Dua film yang layak diingat adalah The Elephant Man (1980) karya David Lynch dan Mask (1985) karya Peter Bogdanovich. Kedua film tersebut berhasil menggambarkan kesempurnaan sebuah jati diri di balik penampilan yang tidak sempurna.

Film Wonder mengambil jalan yang sama dengan kedua film tersebut. Dimana kegigihan untuk selalu berbuat baik dan berada di jalan yang benar pastinya akan memberikan hasil yang manis. Tidak hanya itu, film ini juga membahas salah satu permasalahan yang cukup umum belakangan ini, bullying. Dimana hal tersebut dapat terjadi pada siapa saja dan dimana saja.

Perjalanan kisah Auggie dalam film Wonder dibuka saat dimulainya masa tahun ajaran baru. Isabel (Julia Roberts), sang ibu, merasa sudah waktunya Auggie masuk sekolah dan bersosialisasi dengan anak-anak seusianya. Sebelumnya, Isabel dan Nate (Owen Wilson) mengajar Auggie di rumah dan melindunginya dari dunia luar. Namun mereka tahu, bahwa sebagai orang tua, tidak seharusnya mereka melindungi Auggie dari dunia luar terus menerus.

Auggie yang juga menyadari akan hal tersebut pun akhirnya memutuskan untuk memberanikan diri pergi ke sekolah. Dimana nantinya dirinya akan berteman baik dengan Jack (Noah Jupe). Tapi tentu saja, kehidupan Auggie di sekolah tidak berjalan mulus. Banyak hal-hal menyakitkan yang dialami oleh Auggie. Namun ada juga hal-hal baru yang membuat pandangan Auggie akan hidup dan sekolah berubah.

Selain Auggie, masih ada Olivia (Izabela Vidovic), kakak Auggie yang sangat menyayangi dan mengerti Auggie. Bagaimanapun, Olivia bukannya tidak mempunyai masalah. Olivia yang sangat dekat dengan almarhum neneknya, merasa kehilangan dukungan dan perhatian yang ia butuhkan ketika kedua orang tuanya lebih banyak menghabiskan waktu bersama Auggie. Sahabat terdekatnya, Miranda (Danielle Rose Russel), tiba-tiba menjauh darinya. Selain itu, Olivia juga terkadang ingin diperhatikan seperti layaknya seorang gadis yang menginjak remaja, namun kedua orang tuanya seakan selalu disibukkan dengan Auggie seorang.

Dalam film ini, Julia Roberts dan Owen Wilson tampil lumayan prima. Berperan sebagai orang tua Auggie dan Olivia yang sangat mencintai anak-anaknya, terkadang mereka juga terlibat pertengkaran kecil saat memikirkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Di sepanjang film, mereka akan terus mengingatkan Auggie untuk membela dirinya sendiri sekaligus berusaha untuk menjadi bagian dari masyarakat. Tentu saja, Auggie juga menginginkan hal tersebut, meski anak-anak di Beecher School tidak membuat segalanya menjadi mudah. Di hari pertamanya di sekolah, Auggie telah dijuluki sebagai Barf Hideous dan memotong kepang rambutnya. Hal tersebut menunjukkan pada Laikers, betapa merusaknya suatu pendapat yang jelek atau buruk dari masyarakat.

Film Wonder ini merupakan film ketiga yang ditulis naskahnya sekaligus disutradarai oleh Stephen Chbosky. Dua film sebelumnya adalah The Four Corners of Nowhere (1985), yang juga merupakan film debutnya, dan The Perks of Being a Wallflower (2012). Diadaptasi dari novel karya R.J. Palacio yang dirilis pada tahun 2012 dengan judul sama, nama “Wonder” sendiri diambil oleh Palacio dari judul lagu Natalie Merchant yang berkisah mengenai perjuangan dalam menghadapi penampilan yang tak sempurna.

Selain kisah Auggie, terdapat juga beberapa jalinan kisah dalam Wonder. Dalam jalinan-jalinan kisah tersebut, Laikers akan menyaksikan pergolakan batin Jack, yang awalnya terlihat seperti teman baik Auggie, namun sempat membuat Auggie tidak mempercayai orang lain. Selain itu, masih ada kisah tentang Olivia yang tampak seperti karakter yang paling kompleks di film ini. Lantas, Miranda, yang memiliki suatu keinginan sederhana namun menjalankannya dengan cara yang salah dan terjebak dalam kesalahannya tersebut. Anekdot demi anekdot dirangkai dengan indah oleh Stephen dan menjadikannya sebuah jalinan kisah yang sangat indah sekaligus mengharukan untuk disaksikan.

 

Post Author: Escravania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.