// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Movie Review

Blade Runner 2049 Review

Share

Pada tahun 1982, para penikmat film sempat dibuat terpukau oleh Blade Runner yang disutradarai oleh Ridley Scott dan dibintangi oleh Harrison Ford. Film yang diadaptasi dari novel Do Androids Dream of Electric Sheep? Karya Phillip K. Dick ini dikenal sebagai film dengan pencapaian teknologi termaju masa itu. Tambahan lagi, film tersebut juga kaya akan berbagai macam efek spesial yang belum umum digunakan.

Oleh karena itulah, saat Denis Villeneuve (Sicario, Arrival) dikabarkan hendak menggarap sekuel dari film tersebut, banyak yang merasa tidak yakin bahwa film yang akan digarapnya akan meraih sukses yang sama dengan film pendahulunya. Bahkan ada beberapa orang yang khawatir bahwa Blade Runner 2049 akan menodai nama besar Blade Runner. Untungnya, hal tersebut tidak terjadi. Blade Runner 2049 menuai banyak review yang positif dari khalayak perfilman. Film berdurasi 163 menit ini dinilai dapat melanjutkan kisah yang telah dibanngun melalui film pendahulunya dengan indah disertai dengan plot cerita yang menarik.

Blade Runner 2049 dibuka dengan adegan aksi seorang blade runner yang biasa dipanggil “K” aka KD6-3.7 (Ryan Gosling) dalam menjalankan tugasnya memburu replikan lama yang memberontak dan melarikan diri. Walau berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, “K” yang juga merupakan replikan terbaru hidup terkucil di tengah lingkungan manusia yang digambarkan tidak begitu menyukai dirinya.

Misi terakhir yang dijalaninya ini di luar dugaan mendatangkan konflik kompleks pada K. Pasalnya, misi lanjutan yang harus ia tangani malah membuat ia teringat dengan memori masa lalunya dan memicunya untuk mengungkap asal usulnya yang masih misterius. Dari sinilah kemudian K menapaki petunjuk-petunjuk untuk menemukan seniornya yang sudah lama menghilang, Deckard (Harrison Ford).

Awalnya cerita dalam Blade Runner 2049 berjalan lumayan lambat. Namun, begitu konflik dimulai, tensi ketegangan film ini terus meningkat hingga ke klimaks cerita. Hal tersebut akan membuat Laikers bertanya-tanya apa langkah yang akan diambil sang tokoh utama atau apakah akhir yang menantinya benar-benar sesuai dengan perkiraannya? Hal paling menonjol dalam Blade Runner 2049 adalah visualisasinya. Tampilan efek futuristik dalam film ini terlihat begitu indah dan memukau. Seperti bernostalgia dengan film pendahulunya, dengan kualitas teknologi perfilman yang lebih baik tentunya.

Dari segi adegan aksinya, memang film ini tidak menawarkan adegan aksi yang istimewa namun nuansa aksi seperti di film pertamanya yang menjurus brutal masih kental terasa selain juga memukau. Intinya, Denis  Villeneuve berhasil menyajikan sebuah paket yang impresif dengan Blade Runner 2049. Dengan kata lain, film ini tidak kalah apiknya jika dibandingkan dengan film pendahulunya.

Related Posts
Review Film First Man

Perjalanan Neil Armstrong ke bulan adalah sebuah legenda. Tidak mengherankan bahwa hal tersebut menginspirasi berbagai Selengkapnya

2036: Nexus Dawn, Prekuel dari Blade Runner 2049

Pihak marketing film Blade Runner 2049 membuat kaget semua orang ketika tiba-tiba merilis film pendek Selengkapnya

Review Brahms: The Boy II, Twist yang Tidak Diharapkan

Di tahun 2016, sebuah film thriller berhasil mengejutkan banyak pihak karena mencuri perhatian berkat jalan Selengkapnya

Review Little Women, Hangatnya Sebuah Hubungan Keluarga

Little Women adalah sebuah kisah pendewasaan diri dari para perempuan keluarga March yang hidup di Selengkapnya

Tags: