Type to search

Doraemon: Nobita and The Birth of Japan

Share

Doraemon kembali menyapa para penggemarnya dalam film Doraemon: Nobita and The Birth of Japan, film layar lebar franchise Doraemon yang ke-36. Film yang disutradarai oleh Shinnosuke Yakuwa (Doraemon: New Nobita’s Great Demon-Peko and The Exploration Party of Five) ini merupakan remake dari film aslinya yang telah dirilis pada tahun 1989.

Seperti biasa, film Doraemon: Nobita and The Birth of Japan dibuka dengan adegan Nobita yang dimarahi oleh ibunya karena mendapatkan nilai yang buruk. Nobita yang merasa tidak rela dimarahi seperti itu lantas berniat untuk kabur dari rumah dan hidup mandiri. Tanpa disangka, Shizuka, Giant, dan Suneo pun memiliki keinginan yang sama, karena mereka merasa terlalu ditekan oleh keinginan orang tua mereka. Walaupun pada awalnya Doraemon sempat menentang keinginan Nobita, namun akhirnya bahkan Doraemon pun bergabung bersama Nobita dan teman-temannya untuk melarikan diri karena kehadiran seekor hamster di rumah. Dengan mesin waktu milik Doraemon, mereka memutuskan untuk menetap di Jepang masa 70 ribu tahun yang lalu. Di masa itu, Jepang masih berupa daratan yang kosong dan memesona.

Sama seperti film-film Doraemon sebelumnya, film Doraemon: Nobita and The Birth of Japan juga dibuat penuh dengan warna yang ceria dan imajinasi tak terbatas. Terutama dalam hal mesin-mesin yang dikeluarkan oleh Doraemon untuk membantu Nobita dan teman-temannya hidup di masa lalu. Mesin-mesin tersebut benar-benar spektakuler dan membuat segala sesuatu menjadi praktis. Selain itu. Salah satu hal yang mencuri perhatian dalam film ini adalah tiga hewan peliharaan Nobita (Pega, Draco, dan Gris) yang penampilannya mirip Pokemon dan terlihat sangat menggemaskan. Hubungan emosional antara Nobita dan ketiga hewan tersebut benar-benar kuat. Karena baru kali ini Nobita terlihat bertanggung jawab terhadap sesuatu.

Secara garis besar, film Doraemon: Nobita and The Birth of Japan layak ditonton oleh semua kalangan. Dialog dalam film ini tidak terlalu susah untuk dimengerti oleh anak-anak. Sedangkan untuk Laikers yang sudah dewasa, tidak ada salahnya bernostalgia dan kembali menikmati petualangan Doraemon dan Nobita.

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.