// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Review Movie

Jason Bourne Review

Share

Setelah berhasil menyelidiki dan membalas pihak-pihak yang berada di balik pencucian otaknya, Jason Bourne (Matt Damon) kemudian kembali menghilang. Namun, rupanya Bourne masih tetap gelisah. Di tengah-tengah persembunyiannya, di samping menghabiskan waktu sebagai petarung jalanan, Bourne tetap menyimpan keinginan untuk membongkar praktek gelap di balik perekrutan agen-agen CIA. Nicky Parsons (Julia Stiles), yang sebelumnya membantu Bourne, kali ini kembali menyelidiki adanya operasi gelap lain dari CIA.

Jason-Bourne-01

Parsons berusaha untuk bertemu dengan Bourne di Yunani, tepat di saat tengah terjadi unjuk rasa besar-besaran. Sialnya, salah satu agen CIA, Heather Lee (Alicia Vikander) berhasil melacak keberadaan Parsons. CIA mengirim salah satu Assetnya yang diperankan oleh Vincent Cassel yang nampaknya memiliki masalah pribadi dengan Bourne. Hal ini kemudian menghasilkan adegan pengejaran intens khas arahan Greengrass. Di sini, perlu dicatat bahwa dengan ciri khasnya yang menggunakan gaya shaky camera penonton yang tidak terbiasa atau memiliki kecenderungan untuk mengalami motion sickness, mungkin akan mengalami pusing dan mual-mual.

Setelah berhasil meloloskan diri, Bourne akhirnya berhasil menemukan fakta bahwa Direktur CIA Robert Dewey (Tommy Lee Jones) memiliki keterlibatan dalam operasi gelap Iron Hand. Dalam operasi tersebut, CIA ternyata bekerjasama dengan perusahaan Deep Dream, sebuah platform media sosial yang walaupun memiliki slogan-slogan kebebasan berpendapat dan privasi, tampaknya menyimpan rahasia tersendiri. Ketika CEO dan pendiri Deep Dream, Aaron Kallor (Riz Ahmed) berniat membuka rahasia tersebut, Dewey pun menugaskan Asset untuk membungkamnya. Dibantu oleh Lee, Bourne pun berusaha mencegah hal tersebut dan membongkar adanya operasi gelap CIA. Tetapi, apakah dia benar-benar bisa memercayai bantuan dari Lee?

Jason-Bourne-02

Jason Bourne bukanlah sebuah film yang buruk, tetapi tetaplah tidak sebagus trilogi pertamanya. Kerjasama Matt Damon dan Paul Greengrass kali ini tidak berhasil menghadirkan sebuah film yang memiliki latar belakang cerita yang terasa berbobot dan memiliki masalah dengan urgensi yang penting untuk dipecahkan. Pun demikian, menonton film ini tetaplah mengasyikkan, karena Bourne bukanlah sekedar film mata-mata biasa. Setiap adegan aksi di film ini benar-benar asyik untuk ditonton di layar lebar.

 

Related Posts
Review Film Mortal Engines

Mortal Engines adalah sebuah film yang dibuat berdasarkan novel karya Phillip Reeve. Dunia telah berubah, Selengkapnya

Review Film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald

Setelah seri Harry Potter selesai, kita akhirnya kembali pada dunia sihir ciptaan JK Rowling melalui Selengkapnya

Review Film Overlord

Tidak seperti biasanya, sebuah film dirilis dengan begitu sedikit promo atau cerita tentang latar belakang Selengkapnya

Review Film Mara

Berdasarkan cerita-cerita dari orang tua, ketindihan adalah kondisi di mana sebuah kekuatan atau makhluk gaib Selengkapnya

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game tapi suka lupa maininnya.

  • 1