Type to search

Share

Minggu ini film Kong: Skull Island akan hadir dan menggemparkan bisokop-bioskop di Jakarta. Berbeda dengan film-film pendahulunya yang dirilis pada tahun 1933, 1976 dan 2005, kali ini Laikers tidak akan melihat King Kong berayun di Empire State Building di tengah kota New York ditemani oleh seorang gadis cantik berambut pirang. Tidak. Dalam Kong: Skull Island, Kong akan bertarung mati-matian untuk melindungi habitatnya, sebuah pulau terpencil yang tidak terdeteksi keberadaannya karena terlindungi oleh badai tektonik di sekitarnya.

Cerita film Kong: Skull Island dibuka pada tahun 1940, dimana dua orang pilot Perang Dunia 2 terjatuh di sebuah pulau yang asing. Mereka melanjutkan pertarungan mereka di pulau tersebut dan hampir saling bunuh ketika tiba-tiba Kong muncul di hadapan mereka. Cerita berlanjut pada tahun 1973. Beberapa saat sebelum Amerika memutuskan untuk menarik seluruh pasukannya dari Vietnam, sebuah organisasi rahasia bernama Monarch menemukan sebuah pulau tak dikenal di samudra Pasifik. Dengan dukungan pemerintah Amerika, Monarch pun mempersiapkan sebuah ekspedisi khusus untuk melakukan penelitian di pulau tersebut. Tragisnya, begitu sampai di pulau tersebut, mereka harus berhadapan dengan Kong yang murka. Mau tidak mau tim ekspedisi tersebut harus berjuang denngan keras untuk tetap hidup. Apalagi setelah mereka menyadari bahwa bukan hanya Kong yang harus mereka waspadai dalam pulau tersebut.

Dibintangi oleh aktor-aktor ternama seperti John Goodman, Samuel L. Jackson, Tom Hiddleston, dan Brie Larson, Kong: Skull island menjanjikan sebuah pengalaman yang menegangkan. Meskipun begitu saat-saat emosional dalam film ini masih belum bisa mengalahkan keindahan sinematografi dan efek-efek CGI yang ditampilkan. Salah satu penampilan yang menonjol adalah karakter Cole yang diperankan oleh Shea Whigham. Sebagai salah satu prajurit andalan Jackson Packard yang sudah banyak makan asam garam di medan perang, Cole nampak tidak terlalu terpengaruh dengan segala macam keanehan yang berada di sekelilingnya. Bukan itu saja, kalimat-kalimat yang diucapkan oleh Cole dalam menghadapi berbagai rintangan juga cukup lucu dan segar.

Bagaimanapun juga, bintang terbesar dalam film ini adalah Kong sendiri. Dan sutradara Jordan Vogt-Roberts benar-benar dapat menerjemahkan seluruh emosi Kong. Baik itu sedih, lapar, lucu, bingung, maupun murka. Seluruhnya terlihat dengan jelas. Selain itu, dari segi pertarungan juga patut diacungi jempol. Sungguh jauh berbeda daripada film-film pendahulunya. Jadi, pastinya film Kong: Skull Island merupakan salah satu film yang wajib Laikers tonton di akhir pekan ini.

Tags:
Previous Article
Next Article

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.