// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Movie Review

Little Prince

Share

Film dibuka dengan adegan gadis kecil dan ibunya yang sedang mempersiapkan diri untuk memasuki Werth Academy, sebuah sekolah yang ternama di kota tersebut. Apa daya, sang gadis kecil ternyata gagal lulus wawancara, sehingga sang ibu pun memutuskan untuk segera pindah ke sebuah rumah yang terletak dalam satu kawasan yang sama dengan Werth Academy. Dengan demikian, mau tidak mau pihak sekolah harus menerima si gadis kecil untuk bersekolah di tempat itu. Sang ibu tidak tanggung-tanggung dalam mempersiapkan si gadis kecil untuk menjadi seorang dewasa yang berguna dan bertanggung jawab. Dia bahkan telah mempersiapkan seluruh jadwal si gadis kecil hingga sedemikian detil. Seluruh rencana yang dibuat oleh ibu gadis kecil tersebut tampak benar-benar sempurna. Hal yang terduga datang dari sebelah rumah mereka. Bermula dari sebuah pesawat kertas yang melayang jatuh di hadapan si gadis kecil ketika dia sedang belajar, hingga persahabatannya dengan seorang mantan pilot, si gadis kecil akhirnya menyadari bahwa menjadi besar atau dewasa bukan berarti dia harus melupakan segala hal yang menyenangkan.

littleprince01Diangkat dari novel laris karya Antoine de Saint-Exupery yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1943 dengan judul asli “Le Petit Prince” (Pangeran Cilik), kita seakan diingatkan bahwa meskipun pada akhirnya, semua orang akan tumbuh serta berkembang, tidak bisa terus menerus menjadi anak kecil yang selalu riang gembira tanpa beban. Pada suatu titik, kita akan dituntuk untuk menjadi dan bersikap dewasa. Tetapi, kadang-kadang kita jadi terlalu berlebihan dalam menjadi dewasa dan akhirnya lupa merasakan bagaimana indahnya memandang dunia dari sudut pandang yang lain.  Hidup menjadi terlalu serius, terlalu monoton, dan hanya dikuasai angka-angka. Hidup manusia dewasa modern yang membosankan dan terlampau serius inilah yang sepertinya hendak disindir dalam film The Little Prince yang disutradarai oleh Mark Osborne (The SpongeBob SquarePants Movie, Kung Fu Panda) ini. Dengan didukung oleh artis-artis berkelas seperti Jeff Bridges (mantan pilot), Rachel McAdams (sang ibu), Paul Rudd (Mr. Prince), James Franco (Serigala), Benicio del Toro (Ular), dan Mackenzie Foy (si gadis kecil), kita akan diingatkan kembali akan mimpi-mimpi dan hal-hal bahagia yang pernah kita harapkan ketika kita masih kecil dan terlupakan saat kita telah disibukkan oleh hirup pikuk kedewasaan yang monoton.

littleprince02

Related Posts
Review Film Mortal Engines

Mortal Engines adalah sebuah film yang dibuat berdasarkan novel karya Phillip Reeve. Dunia telah berubah, Selengkapnya

Review Film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald

Setelah seri Harry Potter selesai, kita akhirnya kembali pada dunia sihir ciptaan JK Rowling melalui Selengkapnya

Review Film Overlord

Tidak seperti biasanya, sebuah film dirilis dengan begitu sedikit promo atau cerita tentang latar belakang Selengkapnya

Review Film Mara

Berdasarkan cerita-cerita dari orang tua, ketindihan adalah kondisi di mana sebuah kekuatan atau makhluk gaib Selengkapnya

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game tapi suka lupa maininnya.

  • 1