// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Tags: ,

Review Film 47 Meters Down: Uncaged

Share

47 Meters Down: Uncaged adalah petualangan empat orang gadis bernama Mia (Mia (Sophie Nélisse) dan saudara tirinya Sasha (Corinne Foxx), bersama teman mereka Alexa (Brianne Tju) dan Nicole (Sistine Stallone). Pada suat akhir pekan, mereka memutuskan untuk mencari hiburan mereka sendiri dengan melakukan penyelaman menjelajahi sebuah situs kota tua yang berada di bawah laut dan baru saja ditemukan oleh ayah dari Mia dan Sasha.

Pada awalnya petualangan mereka begitu mengasyikkan. Menjelajahi ruangan demi ruangan bawah laut yang berisikan patung dan peninggalan kuno yang belum dijamah para peniliti adalah pengalaman yang menyenangkan bagi siapapun. Masalahnya, situasi berubah mencekam karena mereka baru menyadari bahwa ada beberapa hiu lapar yang terjebak dalam situs bawah laut tersebut. Situasi bertambah kacau karena secara tidak sengaja, keempat gadis tersebut justru membuat pintu masuk mereka runtuh dan mereka terjebak di dalam situs tersebut. Apakah mereka berhasil selamat dari hiu lapar dan keluar dengan selamat?

Berbeda dengan film-film bertemakan ikan hiu yang lain, di sini diceritakan bahwa mereka mengalami perubahan genetika. Bertahun-tahun terjebak di gua bawah laut membuat hiu-hiu ini buta dan hanya mengandalkan pendengaran mereka yang lebih sensitif dari hiu biasa untuk mengetahui keadaan sekitar mereka.

Berbagai hal konyol bisa dengan mudah ditemukan di film ini. Mulai dari penyelaman para gadis yang dilakukan tanpa persiapan sama sekali. Perangkat keselamatan sama sekali tidak digunakan oleh mereka, contohnya tali panduan untuk mengetahui arah dan menjaga mereka untuk tidak tersesat di dalam situs yang memiliki banyak ruangan. Berbagai hal yang wajarnya dirasa mencurigakan oleh orang normal, justru menarik perhatian mereka.

Film ini bagaikan digarap setengah hati dan rasanya tidak akan bisa dibandingkan dengan prekuelnya yang berhasil menyajikan sebuah film penyintas tentang serangan hiu dengan cukup realistis. Hal ini sebenarnya agak mengejutkan karena kedua film ini digarap oleh sutradara yang sama, Johannes Roberts. Rasanya sulit dipercaya bahwa seorang sutradara bisa meninggalkan begitu saja elemen-elemen yang membuat sebuah karyanya diapresiasi banyak orang dan membuat karya lain yang seakan dibuat oleh orang yang berbeda.

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game Steam tapi suka lupa maininnya.

  • 1