// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Movie Review

Review Film Asterix: The Secret of the Magic Potion

Share

Asterix adalah sebuah komik dari Prancis yang pertama kali terbit di tahun 1961. Selama bertahun-tahun, serial komik ini selalu disukai dan menelurkan berbagai film, videogame dan bahkan taman hiburan. Tahun ini, para penggemarnya di Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan film Asterix: The Secret of the Magic Potion di layar bioskop.

Setelah terjatuh dari pohon saat sedang mengambil beberapa daun untuk ramuan ajaibnya, dukun Getafix akhirnya memutuskan untuk mencari seseorang yang akan diangkat menjadi penerusnya. Menurutnya, hal ini mutlak diperlukan karena penerusnya akan menjadi orang yang mengetahui cara membuat ramuan ajaib yang bisa membuat siapapun menjadi super kuat. Akhirnya, dengan ditemani oleh Asterix, Obelix, dan Pectin, mereka pun pergi mengunjungi berbagai desa dengan harapan menemukan seorang dukun muda yang bisa dipercaya untuk memegang rahasia pembuatan ramuan ajaib.

Berita tentang Getafix yang mencari penerus untuk membuat ramuan ajaib segera sampai di telinga Julius Caesar. Seperti yang kita ketahui, Julius Caesar telah bertahun-tahun gagal menaklukkan Galia karena adanya perlawanan dari desa Asterix, di mana semua penduduknya sanggup mengalahkan pasukan romawi berkat bantuan ramuan ajaib. Julius Caesar pun segera memerintahkan seorang senator romawi bernama Tom Crus untuk mendapatkan rahasia ramuan ajaib tersebut. Ia kemudian menjalin kerjasama dengan dukun yang menjadi musuh Getafix yaitu Demonix. Bersama, mereka mencari seorang dukun muda yang bisa mereka peralat untuk mendapatkan kepercayaan Getafix dan mendapatkan rahasia pembuatan ramuan ajaib. Akankah mereka berhasil menjalankan rencana jahat tersebut?

Film Asterix ini adalah yang keempat belas dan merupakan salah satu yang paling berhasil menggambarkan dengan jelas adegan-adegan dalam komiknya. Para penggemar komiknya sudah pasti terhibur dengan film ini, tetapi kami yakin bahwa siapa pun bisa mengerti dan menikmatinya tanpa harus mengerti latar belakang dari tokoh-tokoh yang ada di sini. Begitu banyak adegan lucu yang mengundang tawa dari para penonton, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Satu-satunya kekurangan yang kami rasakan ketika menyaksikan film ini adalah Bahasa. Hal ini dikarenakan film yang diputar di Indonesia adalah film dengan dubbing berbahasa Inggris dengan nama tokoh dan tempat yang diadaptasi dari versi Amerika. Ini berarti nama tokoh dan tempatnya berbeda dengan komik Asterix terjemahan Indonesia yang bersumber dari bahasa Prancis. C’est triste, mais ce n’est pas un gros problème. Silakan Laikers buktikan sendiri !

Related Posts
Review Film Bloodshot, Aksi Eks Tentara Sekuat Terminator

Bloodshot adalah sebuah film aksi yang merupakan hasil adaptasi dari komik superhero terbitan Valiant Comics Selengkapnya

Review Film Onward, Mencari Sosok Ayah yang Telah Tiada

Dahulu kala, dunia masih dipenuhi oleh keajaiban. Demikianlah film terbaru dari Pixar ini dimulai. Kita Selengkapnya

Review Invisible Man, Teror Seorang Suami Tak Kasat Mata

Film invisible Man ini sebenarnya adalah sebuah adaptasi kesekian kalinya atas buku novel berjudul sama Selengkapnya

Review Brahms: The Boy II, Twist yang Tidak Diharapkan

Di tahun 2016, sebuah film thriller berhasil mengejutkan banyak pihak karena mencuri perhatian berkat jalan Selengkapnya

Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game tapi suka lupa maininnya.

  • 1
Previous Article