// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Movie Review

Review Film Bohemian Rhapsody

Share

Bohemian Rhapsody adalah sebuah biopic tentang Freddie Mercury, vokalis dari band legendaris Queen. Proses pembuatan film ini boleh dibilang tidak berjalan mulus, mau dari masalah scenario yang berganti-ganti sampai dengan hengkangnya aktor yang akan memerankan sang tokoh utama. Jadi, bagaimana akhirnya kualitas film ini?

Cerita dimulai ketika Mercury, masih menggunakan nama aslinya, Farrokh Bulsara, bertemu dengan Roger Taylor dan Brian May. Taylor dan May baru saja kehilangan vokalis sekaligus pemain bass mereka dan Mercury menawarkan diri untuk menjadi vokalis baru band Smile. Tidak lama setelah itu, John Deacon bergabung sebagai pemain bass dan Smile segera berganti nama menjadi Queen.

Queen dengan cepat menarik perhatian label rekaman dan segera mendapatkan kontrak untuk membuat album, melakukan rangkaian tur dan menjelma menjadi salah satu band paling terkenal di dunia. Sayangnya, ketenaran dan tur yang tanpa henti pada akhirnya membuat para personil Queen lelah dan frustasi. Pada puncaknya, Mercury memilih proyek solonya dan meninggalkan rekan-rekannya. Bagaimana akhir dari biopik ini?

Sebagai tokoh utama, Rami Malek tampil gemilang sebagai Freddie Mercury. Dia berhasil menirukan semua gerakan dan kebiasaan Mercury. Aksi panggung Malek bahkan lebih memesona, banyak yang mengatakan dia bergerak dan tampil seperti Mercury, termasuk bekas rekan satu bandnya, Brian May dan Roger Taylor yang asli.

Sepanjang film, kita akan dibawa menyaksikan Mercury melejit menjadi seorang superstar bersama Queen dan kemudian kejatuhannya sendiri. Seperti dalam kehidupan nyata Mercury digambarkan sebagai seorang eksentrik dan pemalu, tetapi ketika dia berada di atas panggung, dia menguasai panggung dan semua orang yang menontonnya.

Di kehidupan pribadinya, seorang wanita bernama Mary Austin merupakan cinta pertamanya, Mercury bahkan hampir menikahinya sebelum akhirnya menyadari bahwa dirinya gay. Interaksi antara Rami Malek dan Lucy Boynton pemeran Mary Austin merupakan salah satu adegan paling penting dalam film ini. Di depan Austin, Mercury terlihat begitu rapuh dan jujur, seperti saat ia mengakui bahwa Austin adalah cinta sejatinya, tetapi di saat bersamaan mengakui bahwa dirinya gay.

Jika kamu menyukai Queen, kamu pasti akan menyukai film ini. Tetapi sebenarnya film ini cocok untuk dinikmati oleh semua orang, terutama yang menyukai film-film bertemakan musik atau band rock n roll. Pastikan kamu tidak ketinggalan untuk menontonnya di bioskop.

Related Posts
Review Film Mortal Engines

Mortal Engines adalah sebuah film yang dibuat berdasarkan novel karya Phillip Reeve. Dunia telah berubah, Selengkapnya

Review Film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald

Setelah seri Harry Potter selesai, kita akhirnya kembali pada dunia sihir ciptaan JK Rowling melalui Selengkapnya

Review Film Overlord

Tidak seperti biasanya, sebuah film dirilis dengan begitu sedikit promo atau cerita tentang latar belakang Selengkapnya

Review Film Mara

Berdasarkan cerita-cerita dari orang tua, ketindihan adalah kondisi di mana sebuah kekuatan atau makhluk gaib Selengkapnya

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game tapi suka lupa maininnya.

  • 1