// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Movie Review

Review Film First Man

Share

Perjalanan Neil Armstrong ke bulan adalah sebuah legenda. Tidak mengherankan bahwa hal tersebut menginspirasi berbagai generasi untuk membuat film tentang hal tersebut. Kali ini, giliran aktor Ryan Gosling dan sutradara Damien Chazelle yang menceritakan kisah tersebut dengan cara yang berbeda.

Pada tahun 60-an, Rusia dan Amerika berlomba-lomba membuktikan kedigdayaan mereka dengan melakukan perjalanan luar angkasa. Dalam film ini, Chazelle menggambarkan kehidupan Neil Armstrong melalui perjalanan hidupnya, dimulai sebagai seorang pilot ujicoba, sampai menjadi seorang astronaut, dan akhirnya menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan.

Ryan Gosling memerankan Armstrong sebagai seorang pendiam yang fokus dengan pekerjaannya. Dia tidak banyak bercakap-cakap dan juga tidak suka bergaya dan menikmati hidup dengan cara pamer. Pengalaman membuat film La La Land tentu saja menjadi bahan pertimbangan yang sangat penting bagi Chazelle untuk memilih kembali bekerjasama dengan Gosling. Aktor satu ini memang bisa menghidupkan sebuah karakter yang tidak banyak cakap, seperti karakternya dalam film Drive (2011).

Armstrong versi Gosling ini bisa dibilang merupakan tipikal lelaki Amerika yang hidup di area midwestern pada tahun 60-an, mementingkan pekerjaan dan bagaimana menafkahi keluarganya, sementara secara emosioanl bersikap pasif dan tertutup menghadapi orang lain termasuk istri dan anak-anaknya sendiri. Sayangnya, hal ini adalah kelebihan dan kekurangan dari film ini. Gosling mungkin memerankan Armstrong sesuai dengan kepribadiannya, tetapi ini membuat penonton kurang bisa berempati dengannya. Di lain pihak, ketika putrinya meninggal, Gosling justru sangat bagus memperlihatkan sisi

Selain akting Gosling, penjiwaan Foy sebagai Janet Armstrong juga sangat menakjubkan. Foy berhasil menghidupkan tokoh tipikal seorang wanita di masa tersebut yang selalu mendukung suami mereka melakukan pekerjaan apa saja dan mengurus rumah dan anak-anak, tetapi dalam lingkungan keluarga mereka, dia tetap menuntut agar Neil mau lebih membuka dirinya pada istri dan anak-anaknya. Tipikal keluarga yang tak memiliki masalah jika dilihat oleh masyarakat umum, tetapi justru rapuh di dalamnya.

First Man bukanlah film yang bertujuan memberi hiburan belaka, tetapi memberikan gambaran lebih jauh mengenai orang-orang yang terlibat dalam misi perjalanan ke bulan tersebut. Itulah yang membuat film ini menarik untuk dilihat.

Related Posts
Blade Runner 2049 Review

Pada tahun 1982, para penikmat film sempat dibuat terpukau oleh Blade Runner yang disutradarai oleh Selengkapnya

2036: Nexus Dawn, Prekuel dari Blade Runner 2049

Pihak marketing film Blade Runner 2049 membuat kaget semua orang ketika tiba-tiba merilis film pendek Selengkapnya

Review Film Mara

Berdasarkan cerita-cerita dari orang tua, ketindihan adalah kondisi di mana sebuah kekuatan atau makhluk gaib Selengkapnya

Review Film Bohemian Rhapsody

Bohemian Rhapsody adalah sebuah biopic tentang Freddie Mercury, vokalis dari band legendaris Queen. Proses pembuatan Selengkapnya

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game tapi suka lupa maininnya.

  • 1