// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Movie Review

Review Film Five Feet Apart

Share

Film ini mengisahkan sepenggal kehidupan yang dilalui oleh Stella Grant. Untuk remaja seumurannya, adalah suatu kewajaran jika dia menghabiskan banyak waktunya dengan computer dan gadget, tetapi Stella berbeda, dia juga juga menghabiskan waktunya di rumah sakit karena menderita penyakit cystic fibrosis.

Dengan menghabiskan sebagian besar hidupnya di rumah sakit, Stella benar-benar terlihat seperti berada di rumahnya sendiri. Dia mengenal para dokter dan perawat yang bertugas di sana dan tahu semua ruangan yang ada di sana sampai ke dapur dan atap rumah sakit tersebut. Meskipun demikian, tentu saja ada hal-hal yang menjadi pengingat bahwa ia adalah seorang sakit yang berada di sana untuk mendapatkan perawatan. Stella sendiri memiliki obsesi terhadap keteraturan, dan hal itu membantunya dalam pengobatan. Dia menyusun sendiri jadwal minum obatnya, waktu makan dan bahkan waktu untuk berolah raganya.

Kemudian datanglah Will Newman, remaja pria dengan penyakit yang sama dengan Stella. Berbeda dengan Stella, Will sudah pesimis dengan penyakit dan kondisi tubuhnya. Keberadaan Will menjadi sumber kekesalan bagi Stella. Ini dikarenakan Will yang sudah tidak memedulikan pengobatan untuk dirinya sendiri, ia malas berolah raga dan bahkan tidak perduli dengan jadwal minum obatnya sendiri. Stella akhirnya tergerak untuk mendorong Will untuk berjuang demi kesehatannya sendiri, tapi mungkinkah dia melakukan hal tersebut, mengingat kondisi mereka berdua yang bahkan tidak bisa berdekatan dan harus terus berada di jarak 1-5 meter terus menerus?

Rasanya, hampir setiap tahun selalu ada film dengan tema seperti ini, dua orang remaja yang jatuh cinta, tidak bisa Bersama karena orang tua, sakit yang parah, atau alasan-alasan lain yang sudah terlalu sering dipakai sehingga menjadi klise. Five Feet Apart memiliki perbedaan dengan film-film sejenisnya, dan perbedaan itu sebagian besar disebabkan oleh Halley Lu Richardson, pemeran Stella. Dalam film yang disutradarai oleh Justin Baldoni dengan naskah yang ditulis oleh Mikki Daughtry dan Tobias Jaconis ini, Richardson benar-benar memperlihatkan bahwa ialah tokoh yang menjadi penggerak keseluruhan cerita dalam film ini.

Richardson memperlihatkan berbagai sisi dari Stella Grant, seorang remaja yang sebenarnya memiliki pembawaan yang ceria dan aktif meskipun menderita penyakit yang parah. Richardson berhasil memperlihatkan sisi ceria dan bahkan dirinya yang memiliki obsesi terhadap keteraturan dan bagaimana di saat-saat terlemahnya dia terlihat begitu labil sehingga melakukan berbagai hal yang bertolak belakang dengan sifatnya sendiri dengan begitu meyakinkan, tidak seperti suatu hal yang tidak alami. Lawan mainnya dalam film ini, Cole Sprouse tampil menarik dengan sifat nihilis dan pemberontaknya. Dengan sikapnya yang pesimis karena keadaan dan sakit yang dideritanya, menarik untuk melihat bagaimana hubungan mereka perlahan berkembang.

Related Posts
Review Film Upside

Phillip Lacasse (Bryan Cranston), adalah seorang pebisnis kaya raya yang mengalami kelumpuhan dari bagian leher Selengkapnya

Review Film Instant Family

Pasangan muda Pete (Mark Wahlberg) dan Ellie (Rose Byrne) memutuskan bahwa mereka ingin memulai berkeluarga. Selengkapnya

Review Film How to Train Your Dragon The Hidden World

Dalam seri ketiga ini, Hiccup sudah semakin beranjak dewasa dan menjadi pemimpin desanya, Berk. Bersama Selengkapnya

Review Film Escape Room

Dalam film ini, enam orang asing yang tidak saling mengenal satu sama lain mendapatkan undangan Selengkapnya

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game tapi suka lupa maininnya.

  • 1