// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Review Film Ford v Ferrari

Share

Akhirnya film Ford v Ferrari akan diputar di bioskop minggu ini. Sebenarnya sih, judul film ini agak menyesatkan, karena pada kenyataannya, dalam film ini sebenarnya justru tim Ford justru sedang menantang diri sendiri untuk bisa menerobos batasan mereka sendiri.

Di tahun 60-an, Henry Ford II (Tracy Letts) yang memimpin pabrikan mobil Ford ingin membuat terobosan baru yang membuat orang lebih menghargai mobil-mobil buatan mereka. Lee Iacoca (Jon Bernthal) melontarkan ide untuk membeli pabrikan Ferrari dan membuat mobil sport yang dapat menjadi pemenang berbagai balapan. Tidak disangka-sangka, Enzo Ferrari (Remo Girone) menampik tawaran tersebut dan bahkan menyindir kualitas mobil Ford dan pimpinannya, Henry Ford II.

Merasa terhina dengan sindiran Enzo, Henry Ford II mengeluarkan maklumat, Ford harus bisa membuat mobil sport yang mampu mengalahkan Ferrari di ajang balapan bergengsi Le Mans. Iacoca kemudian merekrut Carroll Shelby (Matt Damon) dan timnya, termasuk pembalap Ken Miles (Christian Bale) yang terkenal temperamental dan suka membangkang. Shelby berperan sebagai pimpinan tim pembuat mobil sport yang mendesainnya sesuai dengan masukan dari Miles yang selalu menguji coba mobil-mobil purwarupa tersebut.

Masalahnya, friksi acapkali terjadi antara tim Shelby dengan para petinggi di Ford, terutama dengan Leo Beebe (Josh Lucas) yang lebih suka menjilat atasannya daripada menciptakan mobil yang benar-benar sanggup mengalahkan mobil buatan Ferrari. Apalagi karena Beebe terlihat tidak menyukai Miles dari pertemuan pertama mereka. Usaha tim Shelby menciptakan mobil juara Le Mans, konflik antara Shelby-Miles dengan Beebe, dan persahabatan khusus antara Shelby dengan Miles adalah focus utama dalam Ford v Ferrari. Akankah mereka berhasil menciptakan sejarah?

Pembuatan mobil sport milik Ford jelas adalah sebuah usaha yang ambisius, demikian pula dengan pembuatan film ini. Deretan para aktor yang berperan dalam Ford v Ferrari termasuk yang terbaik dalam bidangnya, terutama Christian Bale dan Matt Damon. Bale tampil sangat spektakuler di sini. Nampaknya seluruh emosi yang ada dalam diri manusia telah diperlihatkan dengan baik oleh Bale, mulai dari senang, sedih, marah, cinta, benci, dan masih banyak lagi. Dibandingkan dengan Bale, mungkin Damon terlihat lebih tenang dan tidak seperti Miles yang memiliki emosi yang berubah-ubah, tetapi kedalaman aktingnya tetap luar biasa.

Dalam film yang diangkat dari sejarah industri otomotif tahun 60-an ini, sutradara James Mangold berhasil menciptakan suasana yang selalu menarik perhatian semua orang, perjuangan sekelompok orang yang berhadapan dengan para birokrat yang senang mengerdilkan usaha orang lain. Dengan kualitas visual yang luar biasa dan efek suara yang menggentarkan, adalah sebuah pilihan yang tepat untuk menonton film ini di bioskop yang memiliki sistem suara dan visual yang bagus seperti IMAX.

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game Steam tapi suka lupa maininnya.

  • 1