// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Tags:

Review Film Gemini Man

Share

Dalam film action-thriller ini, Will Smith berperan sebagai Henry Brogan, seorang pembunuh yang merupakan agen pemerintah Amerika. Suatu hari, Brogan menyadari bahwa seseorang tengah mengincar dirinya untuk dibunuh. Meskipun dirinya adalah salah satu pembunuh terbaik di agensinya, Brogan merasa kesulitan menghadapi musuh barunya ini karena seakan semua langkahnya bisa diterka dengan tepat. Setelah berkonfrontasi dengan calon pembunuhnya, Brogan terkejut karena dia adalah sebuah klona dari dirinya sendiri dengan usia yang jauh lebih muda.


Brogan harus bisa mengungkapkan siapa sebenarnya klona yang disebut Junior tersebut dan siapa yang berada di balik perintah pembunuhan atas dirinya. Uniknya, selain Baron (Benedict Wong), teman lamanya di agensi, salah satu pihak yang membantunya adalah Danny Zakarweski (Mary Elizabeth Winstead). Padahal, Zakarweski sebenarnya adalah salah satu agen yang pada awalnya justru ditugaskan untuk mengawasi Brogan. Berhasilkah Brogan menyelamatkan dirinya dan mengungkap siapa yang menginginkan kematiannya? Apakah Junior adalah satu-satunya klona dari Brogan?

Hal paling diunggulkan dari film ini adalah teknologi yang digunakan dalam pembuatannya. Ada dua buah teknologi baru yang digunakan untuk pertama kalinya dalam film ini dan kemungkinan di kemudian hari akan digunakan di berbagai film lain. Yang pertama adalah penciptaan Junior. Tim visual efek dalam film ini berhasil menciptakan seorang Will Smith lain yang berusia 23 tahun dengan cara full digital, sesuatu yang belum pernah digunakan di film lain.

Hal lain yang menjadi fokus utama dari Ang Lee adalah tampilan visual. Film ini menjadi film pertama yang dibuat dengan teknologi 3D 120 FPS. Sayangnya, hal tersebut blum bisa dinikmati di Indonesia. Saat ini, beberapa bioskop besar masih terbatas kemampuannya dan hanya bisa menampilkan sampai 60 FPS. Sebenarnya, bahkan di Amerika Serikat pun jumlah bioskop yang bisa menayangkan film dengan 120 FPS juga masih sangat terbatas. Menurut situs Polygon, saat ini hanya ada 14 bioskop yang memiliki kemampuan tersebut. Jadi, kemungkinan usaha keras Ang Lee saat ini hanya untuk menjadi yang pertama membuat film 120 FPS tersebut.

Gemini Man saat ini sudah mulai ditayangkan di bioskop-bioskop di Indonesia.

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game Steam tapi suka lupa maininnya.

  • 1