// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Movie Review

Review Film Hellboy

Share

Hellboy datang sebagai sebuah kejutan. Alih-alih melanjutkan bagian akhir dari trilogy yang telah direncanakan oleh Guillermo del Toro, film ini justru menjadi sebuah reboot bagi dunia Hellboy dengan sedikit cerita tentang asal-usulnya.

Hellboy (David Harbour) adalah seorang agen dari BPRD, Bureau of Paranormal Research and Defense, sebuah badan yang melakukan riset dan melindungi dunia dari ancaman-ancaman yang akan datang dari berbagai makhluk supernatural. Sebenarnya, Hellboy adalah seorang cambion, yang berarti separuh manusia separuh setan. Berkat didikan dari ayah angkatnya Trevor Bruttenholm (Ian McShane), Hellboy tumbuh dewasa dewasa sebagai seorang pribadi baik yang lebih menonjol sifat manusiawinya daripada sisi lainnya. Sebagai anggota BPRD, Hellboy aadalah seorang agen lapangan seringkali dikirim untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada kaitannya dengan dunia paranormal.

Kali ini, ada sebuah kekuatan yang berniat untuk membangkitkan Nimue the Blood Queen (Milla Jovovich). Nimue adalah seorang penyihir yang hidup di jaman raja Arthur yang akhirnya berhasil dikalahkan oleh Merlin sang penyihir. Hellboy tetap akan memiliki pendamping dalam petualangannya, kali ini mereka adalah Alice (Sasha Lane), seorang medium perantara para arwah dan dunia hidup dan Ben Daimio (Daniel Dae Kim), seorang manusia yang memiliki kemampuan berubah menjadi binatang buas sejenis jaguar.

Sebenarnya, Hellboy arahan sutradara Neil Marshall adalah sebuah reboot dari dua buah film Hellboy yang rilis di tahun 2004 dan 2008 dengan arahan dari sutradara Guillermo del Toro. Jika dilihat dari deretan para aktor yang terlibat dalam film ini, sudah cukup meyakinkan akan kualitas aktingnya. David Harbour sudah membuktikannya dalam film seperti Sleepless dan serial Stranger Things. Begitu juga dengan Milla Jovovich dan Ian McShane, yang sudah merupakan veteran dalam dunia akting. Menarik untuk membandingkan Hellboy versi David Harbour dengan Ron Perlman. Versi David Harbour lebih mirip dengan versi komiknya, sementara pemilihan Daniel Dae Kim sebagai Ben Daimio juga dirasa tepat, lebih baik daripada pilihan sebelumnya, Ed Skrein.

Sejatinya, kedua versi Hellboy yang berbeda ini memiliki keunikannya masing-masing. Visi dari del Toro sangat baik dalam menghidupkan dunia Hellboy, terutama dengan penggambaran makhluk-makhluk yang ada di dalamnya. Sedangkan Neil Marshall berusaha untuk lebih banyak membawa cerita-cerita dari komik Hellboy untuk diterjemahkan menjadi versi layar lebar. Sayangnya, pisau tajam badan sensor kita memotong-motong adegan dalam film cukup banyak, sehingga mengurangi kenikmatan menonton film ini.

Related Posts
Hellboy Reboot, Jauh Lebih Kelam dari Pendahulunya

Dewasa ini film-film superhero menjadi semakin populer dan para pecinta film superhero tidak perlu mencari Selengkapnya

Hellboy Reboot Telah Tetapkan Tanggal Rilis

Film Hellboy yang di-reboot telah memiliki tanggal rilis. Film yang dibintangi oleh David Harbour dan Selengkapnya

Painkiller Jane Berhasil Menemukan Penulis Naskahnya

Jessica Chastain akan berperan sebagai Painkiller Jane dalam proyek film dengan judul yang sama. Painkiller Selengkapnya

Penelope Mitchell Bergabung dalam Hellboy: Rise of the Blood Queen

Pada minggu yang sama, proyek Hellboy: Rise of the Blood Queen telah ditinggalkan oleh salah Selengkapnya

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game tapi suka lupa maininnya.

  • 1