// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Review Film Hobbs & Shaw

Share

Fast & Furious adalah salah satu franchise film terbesar di dunia saat ini. Franchise ini telah menelurkan film pendek, serial tv, wahana taman hiburan dan videogame. Kali ini, dua tokoh yang dibesarkan oleh franchise tersebut melanjutkan petualangan mereka tanpa Dom dan kawan kawan lainnya.

Luke Hobbs (Dwayne Johnson) adalah seorang agen terbaik dari biro Diplomatic Security Service (DSS) pemerintah Amerika Serikat sementara Deckard Shaw (Jason Statham) adalah mantan anggota pasukan elit dari dinas militer Inggris. Mereka dipertemukan pertama kali di film Furious 7 dan sejak itu mereka selalu berkelahi dan melontarkan ejekan satu sama lain. Di film ini, mereka keadaan memaksa mereka bekerja sama ketika adik Shaw yang bernama Hattie dijebak oleh seorang anarkis lingkungan hidup bernama Brixton (Idris Elba).

Untuk mengamankan virus ganas yang hendak dicuri oleh Brixton, tanpa pikir panjang Hattie malah menginjeksikan virus tersebut ke dalam tubuhnya sendiri. Absurd memang, karena rasanya tak ada orang yang mau berbuat seperti itu. Tetapi hal itu memang mutlak diperlukan dalam film ini untuk membawa kita ke babak selanjutnya. Menurut pencipta virus tersebut, untuk mencegah virus tersebut tersebar dan meminta banyak korban, Hattie harus dibunuh atau mereka harus mengeluarkan virus tersebut dari tubuhnya. Tentu saja, semua orang lebih tertarik dengan pilihan kedua. Masalahnya, satu-satunya alat yang memungkinkan mereka untuk mengeluarkan virus tersebut dimiliki oleh Eteon, organisasi di mana Brixton bekerja. Berhasilkah mereka menyelamatkan dunia dan tentu saja, Hattie?

Sejak awal, sudah bisa dipastikan bahwa film ini merupakan sebuah cerita sampingan yang memiliki sedikit perbedaan dengan franchise utamanya, Fast and Furious. Hobbs & Shaw lebih mengutamakan aksi laga dan komedi. Hal ini mudah dimengerti karena memang dua karakter ini memiliki latar belakang pasukan elit, berbeda dengan tokoh-tokoh Fast and Furious lainnya. Hobbs dan Shaw yang saling tidak menyukai juga kerap melontarkan ejekan. Hal ini terasa lucu pada awal-awal film, tetapi akhirnya terasa sedikit membosankan menjelang akhir cerita.

Sutradara David Leitch menghidupkan film ini dengan membawa unsur-unsur yang menyenangkan dan membuat film ini mudah diingat. Adegan=adegan aksi yang ditampilkan sangat keren dan perkelahiannya terlihat begitu seru. Tentu saja, seperti franchise Fast and Furious, film ini juga menampilkan adegan-adegan yang sama sekali tidak masuk akal yang dimasukkan secara sengaja dan tidak tahu malu karena sama sekali tidak bisa dipahami dengan logika. Tetapi justru di situlah keunikannya, film ini mengajak kita untuk sejenak melupakan akal sehat dan logika selama dua jam, bersenang-senang mengikuti petualangan Hobbs & Shaw.

Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game Steam tapi suka lupa maininnya.

  • 1