// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Review Movie

Review Film Mara

Share

Berdasarkan cerita-cerita dari orang tua, ketindihan adalah kondisi di mana sebuah kekuatan atau makhluk gaib mendatangi kita di saat tidur dan selama beberapa saat kita tidak bisa bergerak sama sekali.

Sebenarnya, ini adalah sebuah fenomena kelumpuhan yang dialami saat kita tidur. Terkadang, ketika terbangun, otak kita sudah terjaga dan aktif, sementara syaraf dan otot-otot kita masih dalam keadaan non-aktif. Inilah yang membuat kita tidak bisa bergerak. Dalam film ini, fenomena ini dieksplorasi untuk memberikan sebuah cerita misteri/horror.

Olga Kurylenko berperan sebagai Dr. Kate Fuller, seorang psikolog yang berkonsultasi dengan polisi dalam sebuah kasus yang membingungkan, di mana istri seorang pria yang meninggal bersikeras bahwa suaminya dibunuh oleh setan bernama Mara, yang menduduki dada korbannya dan mencekik lehernya. Penyelidikan yang dilakukan Fuller, membawanya kepada subkultur orang-orang yang dihantui oleh makhluk misterius ini. Sialnya, tidak berapa lama, dokter itu sendiri yang mulai mengalami hal yang sama. Terbangun di tengah malam, sadar tetapi lumpuh, melihat tanpa daya ketika bayangan Mara merayap ke arahnya.

Di bagian-bagian awal film ini, penceritaan terasa terlalu kaku. Begitu kaku sehingga terasa seperti sebuah film drama polisi dengan anggaran rendah. Setelah Fuller mulai meragukan perasaan skeptic yang dimilikinya tentang kemungkinan adanya setan bernama Mara, cerita menjadi lebih menarik. Kurylenko sukses membawakan peran Dr. Fuller sebagai seorang ilmuwan yang baru saja dibukakan matanya tentang adanya mahluk mengerikan yang sanggup hadir di dalam mimpi manusia dan membunuh mereka perlahan-lahan.

Premis dari cerita ini sebenarnya tidak terlalu istimewa, sudah ada beberapa film lain yang mengangkat tema ketindihan atau sleep paralysis ke dalam bentuk film. Yang patut diperhatikan di sini adalah penampakan Mara yang lumayan menakutkan. Ia datang ketika orang tidak dapat bergerak sama sekali. Rasa tak berdaya yang dihadapi terasa begitu mencekam.

Related Posts
Review Film Mortal Engines

Mortal Engines adalah sebuah film yang dibuat berdasarkan novel karya Phillip Reeve. Dunia telah berubah, Selengkapnya

Review Film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald

Setelah seri Harry Potter selesai, kita akhirnya kembali pada dunia sihir ciptaan JK Rowling melalui Selengkapnya

Review Film Overlord

Tidak seperti biasanya, sebuah film dirilis dengan begitu sedikit promo atau cerita tentang latar belakang Selengkapnya

Review Film Bohemian Rhapsody

Bohemian Rhapsody adalah sebuah biopic tentang Freddie Mercury, vokalis dari band legendaris Queen. Proses pembuatan Selengkapnya

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game tapi suka lupa maininnya.

  • 1