// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Tags: ,

Review Film Midway

Share

Sesuai judulnya, film ini memfokuskan dirinya pada masa peperangan di Midway era Perang Dunia II. Perang Midway ini menarik karena di sinilah awal titik balik serangan Amerika Serikat pada Jepang.

Setelah perkenalan dengan beberapa tokoh dan penceritaan tentang latar belakang era tersebut, film ini dimulai dengan serangan mendadak pasukan Jepang pada pangkalan Pearl Harbour di bulan Desember 1941. Setelah itu, berbagai kejadian terjadi selama beberapa bulan berikutnya dan pada puncaknya, terjadilah perang yang berlangsung tiga hari antara pasukan Amerika Serikat dan Jepang di Pasifik.

Film Midway, karena berdasarkan sejarah maka menceritakan banyak tokoh yang berperan dalam perang tersebut, mulai dari para prajurit, pemecah sandi sampai para perwira yang mengambil keputusan terakhir. Banyak aktor kawakan yang ikut serta dalam film ini mulai dari Ed Skrein, Patrik Wilson, Woody Harrelson, Luke Evans, Aaron Eckhart, Dennis Quaid, dan masih banyak lagi. Sayangnya, karena begitu banyaknya tokoh yang ada, tidak ada pengembangan karakter yang berarti di sini. Bahkan Ed Skrein yang bisa dibilang sebagai tokoh utamanya, tidak berhasil memperlihatkan dirinya sebagai pahlawan perang memang mencintai negaranya, tetapi lebih kepada pilot yang memang menyukai aksi dan perang itu sendiri.

Kelebihan dari Midway terletak pada keakuratan sejarahnya. Film berjudul sama pernah dirilis pada tahun 1976, tetapi memiliki tambahan cerita fiksi seperti karakter Matt Garth yang diperankan oleh Charlton Heston. Midway besutan Rolland Emmerich ini patut dipuji karena lebih setia pada sejarah dan peranan para tokohnya. Begitu juga dengan berbagai properti yang ada, mulai dari baju, senjata, atribut dan berbagai kapal serta pesawat baik dari pihak Amerika Serikat dan Jepang ditampilkan dengan akurat.

Sayang, pada beberapa adegan, kualitas CGI tidak berhasil dipertahankan secara maksimal. Beberapa adegan jadi terasa janggal karena kualitas CGI yang kurang baik. Selain itu, meskipun ini adalah sebuah film perang, para pembuat film ini mungkin sedikit terbebani untuk membuat film sejarah yang akurat tanpa berusaha memperlihatkan keberpihakan terhadap salah satu kubu. Hal ini dapat dirasakan oleh para penonton yang tidak dapat merasakan keterikatan dengan pihak-pihak yang sedang berperang dan pada akhirnya hanya menonton sampai akhir saja tanpa dapat merasakan urgensi dari apa yang bisa terjadi jika salah satu pihak menjadi pemenang perang.

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game Steam tapi suka lupa maininnya.

  • 1