LOADING

Type to search

Review Film Rambo Last Blood

Share

Rambo muncul pertama kali sebagai seorang anti-hero di film First Blood (1982). Setelah itu, ia terus mengembara ke berbagai daerah tanpa pernah benar-benar bisa pulang dari perang Vietnam secara mental. Pada akhir petualangan keempatnya, Ia kembali ke Amerika dan tinggal di peternakan milik ayahnya dan itulah awal kisah Last Blood.

Semenjak itu, selama sebelas tahun Rambo menjalani hidup tenang di peternakan sambil menjinakkan dan melatih kuda-kuda. Di sana, ia tinggal Bersama Maria dan cucunya, Gabrielle. Suatu saat, Gabrielle mendapat kabar dari temennya bahwa dia telah menemukan di mana ayah kandung Gabrielle tinggal di Mexico. Meskipun dilarang oleh Rambo dan Maria, Gabrielle tetap nekat berusaha mencari keberadaan ayah kandung yang telah meninggalkannya sejak dia masih kecil. Siapa sangka, kejadian ini menjadi awal malapetaka bagi gadis tersebut dan Rambo harus berusaha menyelamatkannya walaupun harus berurusan dengan sindikat penjahat Mexico.

Dari segi cerita, jelas tidak banyak yang ditawarkan oleh film ini. sebelumnya sempat ada beberapa versi naskah untuk film Rambo yang kelima, tapi akhirnya yang dibuat adalah Last Blood, berdasarkan naskah yang ditulis oleh Dan Gordon. Naskah ini dibuat dengan alur sederhana, mirip dengan film-film laga tahun 80-an yang lebih mengutamakan aksi dengan kekerasan yang sangat brutal dan berdarah-darah.

Menjelang bagian akhir di mana Rambo menyiapkan jebakan-jebakan bagi para musuhnya, entah mengapa kita seakan diingatkan dengan persiapan yang dilakukan Kevin McCalister dalam Home Alone ketika sadar rumahnya akan segera diserbu para penjahat dalam waktu singkat. Bedanya, tentu saja Kevin McRambo tidak menyiapkan jebakan yang memancing tawa tetapi menumpahkan darah lawan-lawannya sebanyak mungkin. Lagipula, memang itulah yang biasanya dicari oleh orang-orang yang ingin menonton film Rambo bukan?

Singkat kata, jangan mengharapkan jalan cerita yang rapi atau alur dengan twist cerita yang mengejutkan. Film ini jelas menawarkan adegan laga super brutal dan seru. Jadi, jika memang itulah yang kalian ingin tonton, kalian tidak akan kecewa dengan film ini.

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game Steam tapi suka lupa maininnya.

  • 1