// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Movie Review

Review Film Stuber

Share

Seorang pengemudi taksi Uber bernama Stu (Kumail Nanjiani) pada suatu hari mendapat penumpang seorang polisi bernama Vic (Dave Bautitsta). Vic adalah seorang detektif yang sedang melacak jejak seorang pembunuh sadis dan jadilah ia memaksa Stu untuk mengantarkan berkeliling kota mencari petunjuk tentang sang pembunuh.

Sebelumnya, Vic bersama partnernya, Sara Morris (Karen Gillan), mengejar pengedar heroin bernama Teijo (Iko Uwais) yang tidak segan-segan menghabisi siapapun yang menghalangi jalannya termasuk para polisi. Enam bulan kemudian, Vic yang baru saja menjalani operasi Lasik mendapat informasi bahwa Teijo akan melakukan transaksi obat bius hari itu juga. Dengan mata yang baru saja selesai dioperasi, sebenarnya Vic bisa dianggap tengah mengalami kebutaan. Hal inilah yang memaksa dia menggunakan layanan taksi dan memaksa Stu mengantarkannya.

Saat itu, Stu sedang dipusingkan karena banyak customernya yang memberikan penilaian bintang satu atas jasanya. Agar bisa mempertahankan pekerjaannya, Stu harus mempertahankan penilaian bintang empat dari para pemakai jasanya. Inilah yang membuatnya akhirnya menurut saja dan mematuhi berbagai tuntutan dari Vic. Tentu saja itu dilakukannya sambil mengeluh terus menerus, dan hal tersebut menjadikan film ini menjadi hidup dan segar.

Sutradara Michael Dowse lebih dahulu dikenal lewat film Goon, sebuah film tentang sepak bola yang bergenre komedi. Dowse memiliki kemampuan menciptakan adegan kekacauan dan dalam Stuber, beberapa kali ia menciptakan momen yang indah. Secara keseluruhan, alur, aksi, maupun hubungan antara Vic dan Stu terasa membawa kita kembali menikmati film laga komedi khas 80-an. Dowse menyuguhkan beberapa adegan aksi yang seru yang ditingkahi adegan lucu tetapi tetap bisa mempertahankan aura pertarungan hidup-mati dari para pelakunya.

Hubungan emosional antara Vic dan Stu sebenarnya terasa terjadi terlalu cepat. Mereka terasa belum cukup mengenal satu sama lain untuk mulai saling memberikan nasihat untuk satu sama lain. Stu menasehati Vic untuk lebih memerhatikan anak perempuannya, sedangkan Vic yang tidak sabaran, mencelotehi Stu untuk lebih berani dalam melakukan pendekatan pada seorang rekan kerjanya.

Meskipun memiliki beberapa kekurangan, film ini di luar dugaan awal mampu memberikan sebuah tontonan yang menghibur dengan hubungan kimiawi yang cukup menarik dari para pemainnya. Buktikan saja sendiri dengan menontonnya di bioskop terdekat di kota kalian.

Related Posts
Review Film Pokemon Detective Pikachu

Cerita ini dimulai saat Tim Goodman, seorang mantan pelatih pokemon menjalani hidup menyepi di luar Selengkapnya

Review Film Peppermint

Peppermint mengisahkan perjuangan Riley North (Jennifer Garner) yang mencari keadilan bagi keluarganya. Di awal film, Selengkapnya

The Witcher akan Diadaptasi Menjadi Film

Beberapa hari yang lalu kita telah disuguhi oleh trailer film Warcraft yang terlihat cukup menjanjikan. Selengkapnya

Blade Waltz, Game Mobile Terbaru dari Netmarble

Baru-baru ini Netmarle telah menutup beberapa game PC yang dirilisnya secara resmi karena ingin lebih Selengkapnya

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game tapi suka lupa maininnya.

  • 1