// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Movie Review

Review Film The Informer

Share

Pete Koslow (Joel Kinnaman) adalah seorang mantan tentara satuan pasukan khusus yang pindah ke Amerika Serikat. Suatu hari, tanpa sengaja Koslow membunuh seorang pria yang melecehkan istrinya, Sofia Hoffman (Ada de Armas) dan harus menjalani hukuman di penjara Bale Hill. FBI yang tertarik dengan Koslow menjanjikan kebebasan baginya jika ia mau menjadi informan bagi mereka dan menyusup ke sindikat kejahatan Polandia di bawah pimpinan Sang Jenderal.

Sebagai informan, ia bekerja di bawah agen FBI Erica Wilcox (Rosamund Pike). Tugas Koslow adalah menjadi penyelundup obat bius yang disembunyikan dalam tas diplomatic milik kedutaan Polandia di New York. Sayangnya, operasi tersebut menjadi berantakan dan seorang polisi bahkan terbunuh karenanya. Sang bos penjahat kemudian memaksa Koslow menjalani hukuman penjara dengan menyandera istri dan anaknya. Mereka ingin memanfaatkan Koslow menjadi pengedar obat bius dalam penjara. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan keuntungan finansial dan juga mendapatkan anggota sindikat yang baru jika para pelanggan Koslow sudah keluar dari penjara.

Malang bagi Koslow, alih-alih membantu menjaga keselamatan istri dan anaknya, FBI malah bersemangat menyuruhnya menuruti keinginan para penjahat agar ia bisa menyusup lebih dalam dan mendapatkan kepercayaan mereka. Sementara itu, kepolisian New York juga menyelidiki keterlibatannya dalam kasus pembunuhan polisi. Nampaknya, tidak ada pilihan lain bagi Koslow selain kembali masuk penjara Bale Hill. Masalahnya, bagaimana caranya dia bisa melepaskan diri dari kekusutan urusan antara polisi, FBI dan sindikat kejahatan?

Film ini melibatkan banyak aktor kawakan seperti Clive Owen yang berperan sebagai atasan Wilcox yang ambisius dan tak segan mengkhianati Koslow, Rosamund Pike yang sebenarnya tak tega memanfaatkan Koslow dan polisi Grens (Common) yang bertekad mencari orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan polisi. Joel Kinnaman juga cukup berhasil memperlihatkan kemampuan aktingnya yang terus berkembang.

Film ini merupakan adaptasi dari novel Three Seconds karya Anders Roslund dan diarahkan oleh sutradara Andrea di Stefano berdasarkan naskah karya Rowan Joffe. Dengan alur cerita yang berbelit dan melibatkan banyak orang dan kelompok yang terlibat bagaikan benang kusut, nyatanya film ini menarik untuk diikuti dan memiliki perubahan alur yang cukup bagus pada bagian akhirnya.

Related Posts
Karakter yang Mungkin Kembali di Sekuel Suicide Squad

Film Suicide Squad besutan sutradara David Ayer yang dirilis pada tahun 2016 lalu banyak disukai Selengkapnya

Review Invisible Man, Teror Seorang Suami Tak Kasat Mata

Film invisible Man ini sebenarnya adalah sebuah adaptasi kesekian kalinya atas buku novel berjudul sama Selengkapnya

Review Brahms: The Boy II, Twist yang Tidak Diharapkan

Di tahun 2016, sebuah film thriller berhasil mengejutkan banyak pihak karena mencuri perhatian berkat jalan Selengkapnya

Review Little Women, Hangatnya Sebuah Hubungan Keluarga

Little Women adalah sebuah kisah pendewasaan diri dari para perempuan keluarga March yang hidup di Selengkapnya

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game tapi suka lupa maininnya.

  • 1