// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Review Film Venom

Share

Venom adalah sebuah karakter komik ciptaan Todd McFarlane dan David Michelinie. Karakter Marvel yang satu ini adalah salah satu anti-hero yang merupakan salah satu musuh bebuyutan Spider-man. Menceritakan kisah asal-usulnya tentu merupakan sebuah tantangan tersendiri.

Eddie Brock (Tom Hardy) adalah seorang jurnalis yang sedang melakukan jurnalistik investigasi terhadap Carlton Drake (Riz Ahmed) dah perusahaannya. Life Foundation diduga melanggar kode etik dan bahkan melanggar hokum dengan menggunakan orang-orang miskin dan tuna wisma sebagai bahan percobaan. Sayangnya, dengan pengaruh yang dimilikinya, Carlton Drake bisa membuat Brock dan juga pacarnya Ann Weying (Michelle Williams) dipecat dari pekerjaan mereka.

Enam bulan berlalu dan keadaan semakin buruk untuk Brock. Ia berturut-turut kehilangan pekerjaan, pacarnya, dan juga apartemennya. Di saat inilah Dr. Dora Skirth (Jenny Slate), ilmuwan dari Life Foundation menghubunginya untuk meminta bantuan. Skirth memiliki bukti-bukti bahwa Life Foundation benar-benar telah melanggar hukum, dan ia ingin agar Brock bisa menulis tentang hal tersebut di media massa.

Melalui program penjelajahan ruang angkasanya, Carlton Drake berhasil menemukan makhluk hidup baru yang dinamakannya symbiote. Drake menyatukan symbiote tersebut dengan para tuna wisma dengan harapan bisa mengetahui formula penyatuan manusia dengan symbiote dan menggunakannya untuk hidup di luar bumi. Salah satu symbiote tersebut, Venom, akhirnya menyatu dengan Brock yang sedang menyusup ke Life Foundation. Tidak disangka, Brock dan Venom justru menyatu dengan baik dan hasilnya adalah sebuah makhluk dengan kekuatan luar biasa. Tentu saja Drake dan anak buahnya mengejar Brock untuk mendapatkan kembali symbiote tersebut. Apakah akhirnya Brock berhasil meloloskan diri dari kejaran Drake dan membongkar praktik terlarang dari Life Foundation?

Ada beberapa hal yang perlu diberi catatan di sini. Pertama, akting Tom Hardy yang sama sekali tidak mengecewakan. Dia berhasil menghidupkan Eddie Brock dan interaksinya dengan symbiote Venom itu sendiri begitu segar, menghibur untuk dilihat. Sayangnya, memang naskah film ini kurang memperlihatkan kesan pecundang seperti apakah Eddie Brock itu dan mengapa hidupnya terus merosot secara drastis sebelum akhirnya dia bersatu dengan symbiote Venom.

Kedua, naskah film yang kurang kuat untuk bisa menghidupkan dunia Venom itu sendiri. Berdasarkan asal-usul Venom versi komik, Brock dan symbiote dipertemukan ketika mereka berdua sedang mendendam pada Peter Parker/Spider-man. Hal tersebut menjadikan hubungan mereka menjadi unik. Sedangkan di film ini terpaksa diciptakan asal-usul lain untuk Venom, terkait dengan masalah penggunaan karakter dan dibatalkannya rencana memunculkan Spider-man di film ini.

Pemilihan tokoh penjahat, Carlton Drake, juga terkesan tanggung. Dia kurang berhasil menghidupkan karakter penjahat yang pantas untuk tidak disukai atau dibenci. Karakterisasinya datar, sekedar ada karena tokoh utama wajib memiliki rival. Sebenarnya, Riz Ahmed memiliki potensi yang lebih besar untuk bisa menghidupkan Carlton Drake, tapi naskah film ini tidak memberinya ruang untuk hal tersebut. Michelle Williams juga kurang berhasil memerankan sosok pacar yang marah terhadap Brock, tapi hal ini masih bisa dimaklumi. Sementara akting Jenny Slate sebagai Dora Skirth justru menarik untuk ditonton.

Dari segi aksi, banyak adegan dalam film ini yang tampil memukau, terutama saat-saat di mana Brock pertama kali bersatu dengan symbiote Venom dan berusaha meloloskan diri dari kejaran anak buah Drake. Interaksi antara Brock dan Venom juga mengesankan, dua kepribadian yang menjadi satu, tetapi pada beberapa waktu memiliki keinginan yang berbeda, selalu berhasil mengundang tawa atau reaksi kaget dari para penonton. Hal-hal ini membuat Venom menjadi sebuah hiburan yang layak untuk ditonton, sebagai sebuah pembuka dari kisah salah satu anti-hero dari komik Marvel.

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game Steam tapi suka lupa maininnya.

  • 1