// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Movie Review

Review Film Wonder Park

Share

Wonder Park menceritakan sebuah kisah mengenai sebuah taman hiburan yang lahir dari imajinasi seorang anak perempuan bernama June.

June dan ibunya, memiliki sebuah kebiasaan unik. Dalam kamar June, pada malam hari mereka berdua biasanya membayangkan menciptakan sebuah taman hiburan. Mereka menamakannya Wonderland. Selayaknya sebuah taman hiburan, pastinya mereka juga menciptakan para mascot yang menjalankan taman hiburan tersebut. Suatu malam, mereka memutuskan untuk membuat imajinasi tersebut menjadi kenyataan dengan membuat sebuah taman hiburan kecil yang dibuat di dalam setiap ruangan di rumah mereka.

Sayangnya, hal yang buruk kemudian menimpa keluarga kecil mereka. Sang ibu kemudian jatuh sakit, cukup parah sehingga ia terpaksa dirawat di rumah sakit selama berhari-hari. June kecil yang merasa kehilangan ibunya, kemudian memutuskan untuk mengakhiri usahanya menghidupkan Wonderland dan membereskan miniatur taman hiburan yang mereka buat bersama. Kemurungan June tentu saja mendapatkan perhatian dari ayahnya, yang kemudian memutuskan bahwa ia sebaiknya pergi mengikuti perkemahan matematika bersama teman-teman sekolahnya.

Di tengah jalan, June yang panik, tiba tiba memutuskan untuk lari dari bis dan kembali ke rumahnya. Sayangnya, June justru tersesat di hutan, dan sekonyong-konyong tiba di sebuah taman hiburan yang tak terawat dan sudah tidak beroperasi lagi. Di tengah-tengah keheranannya, June kemudian menyadari bahwa tempat tersebut adalah Wonderland, taman hiburan yang diabaikannya. Ternyata, Wonderland berhenti beroperasi tepat pada saat ia memutuskan untuk membereskan miniatur Wonderland yang ada di rumahnya. Sekarang, June harus berusaha mencari cara agar dapat menyelamatkan taman hiburan ciptaannya yang telah diambil alih oleh boneka-boneka monyet menyeramkan yang bernama chimpanzombie. Tentu saja ia tidak akan sendirian, karena maskot-maskot ciptaannya juga akan membantunya.

Sekilas, film ini tampak seperti film khayalan anak yang tidak ada bedanya dengan film sejenis lainnya. Tetapi ternyata tidak demikian. June yang masih sangat muda, merasa sangat sedih ketika ibunya sakit dan meninggalkannya. Ia kemudian mencoba mengatasi rasa sedihnya dengan mengurus rumah dan ayahnya sebagai pengganti ibunya. Tetapi ayahnya justru mencegahnya melakukan hal tersebut, karena ia lebih menginginkan June menjalani hidupnya sebagai anak kecil biasa.

Film ini sangat layak untuk ditonton. Mengingatkan kita akan Inside Out yang dirilis tahun 2015, Wonderland menggambarkan sebuah dunia yang diciptakan seorang anak perempuan. Bagaimana ia menghadapi masalah dan memecahkannya sesuai dengan imajinasi, perasaan, dan rasa tanggung jawab yang bertumbuh dalam hatinya.

Related Posts
Review Film Toy Story 4

Toy Story pertama kali dirilis pada tahun 1995. Kini, ketika Toy Story 4 dirilis 24 Selengkapnya

Review Film Secret Life of Pets 2

Jalan cerita dalam The Secret Life of Pets 2 ini akan langsungmengikuti lanjutan kisah para Selengkapnya

Pembukaan Popcon Asia 2016

Popcon Asia 2016 telah dresmi dibuka resmi dibuka. Pada acara pembukaannya, sederet jagoan komik lokal Selengkapnya

POPcon Asia 2015 Digelar di Jakarta Convention Center

Festival budaya populer POPcon Asia telah memasuki tahun ke-4 dan kali ini digelar di Jakarta Selengkapnya

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game tapi suka lupa maininnya.

  • 1