// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Review Movie

Review Finding Dory

Share

Sesuai dengan judulnya, Finding Dory mengubah fokus karakter dari sang clownfish bersirip kecil, menjadi Dory, seorang ikan yang punya masalah memori jangka pendek yang sangat parah.

Pada prinsipnya petualangan Dory dan Nemo, sama-sama dimulai dari momen kehilangan orang tua atau keluarga. Konflik kehilangan ini semakin besar dan jauh di Finding Dory, tetapi lagi-lagi Disney menutupnya dengan cara yang luar biasa. Pada intinya Pixar mengajari kita untuk tetep berjuang walaupun kita memiliki banyak kelemahan fisik, dan kasih orang tua jauh lebih hebat dari apapun.

dory3

Film yang disutradarai oleh Andrew Stanton ini, mengambil waktu satu tahun setelah “Finding Nemo.” Dory hidup dengan Nemo (Hayden Rolence, menggantikan Alexander Gould) dan Marlin (Albert Brooks). Karena sedikit terbentur, Dory tiba-tiba ingat dengan keluarganya dan berbagai kenangan masa kecil. Akhirnya dengan menyusuri berbagai kenangan tersebut, Dory berhasil menemukan ayah dan ibunya.

Finding Dory adalah sebuah hiburan yang indah dan menyenangkan seperti seluruh animasi Pixar lainnya. Sayangnya Pixar seperti sedikit kehilangan sentuhannya, karena Finding Dory memiliki pola yang sama dengan Finding Nemo. Yah, walaupun tidak separah Cars 2 (sekuel Pixar paling buruk), tapi jelas jauh dari Toy Story 2 yang melegenda.

[kad_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=NQu-153MnGQ” maxwidth=550 ]

Tags: