// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Review Ip Man 4, Penutup Kisah Sang Grandmaster

Share

Dalam film Ip Man yang keempat ini, waktu terus bergulir dan istri Ip Man telah meninggal dunia karena kanker. Ip Man sendiri juga telah didagnosa mengidap kanker tenggorokan karena kebiasaan buruknya merokok setiap waktu. Menyadari bahwa kemungkinan ia hanya memiliki sedikit waktu, Ip Man pergi ke San Fransisco untuk mencari sekolah bagi anaknya.

Setibanya di San Fransisco ternyata Ip Man harus mendapatkan surat rekomendasi dari Chinese Consolidated Benevolent Association agar bisa memasukkan anaknya ke sekolah di sana. Sayangnya, ketua dari asosiasi tersebut, Wan Zong Hua, berselisih pendapat dengan Ip perihal muridnya, Bruce Lee yang mengajarkan kung fu kepada orang asing. Ip justru menolak melarang Bruce mengajarkan kung fu pada orang asing dan Wan menolak memberikan surat rekomendasi padanya.

Kejadian lain yang terjadi paralel dengan usaha Ip Man mencari sekolah untuk anaknya adalah usaha seorang murid Bruce Lee bernama Hartman Wu yang berusaha keras mempromosikan kung fu agar diterima menjadi salah satu bela diri yang diajarkan pada tantara Amerika Serikat. Hal ini mengakibatkan pertikaian antara dirinya dengan atasannya, Barton Geddes. Mudah ditebak, hal ini akhirnya menyeret Wan Zhong Hua dan Ip Man turut berseteru dengan Barton Geddes.

Edmond Wong masih kembali menjadi penulis naskah untuk film ini. Seperti dalam film-film sebelumnya, ia cukup berhasil mengkombinasikan sejarah kehidupan sang Grandmaster Wing Chun dengan kisah fiksi, terutama yang berkaitan dengan kemunculan tokoh-tokoh yang menjadi lawannya. Sayangnya, kali ini ada kejanggalan perihal perseteruan Barton Geddes dan Ip Man/Wan Zong Hua/Hartman Wu. Dikisahkan bahwa mereka dapat memasuki markas tantara Amerika Serikat dengan mudah, seakan daerah tersebut bisa dikunjungi kapan saja. Selain hal tersebut, jalan cerita di film ini masih okelah, bisa dinikmati.

Untuk adegan perkelahian, tentu akan menjadi perhatian utama para penikmat film kung fu. Sayangnya, kali ini Samo Hung sudah tidak terlibat sebagai koreografer dan kualitas pertarungannya memang terlihat agak menurun jika dibandingkan dengan film-film sebelumnya. Tokoh Barton Geddes yang mengklaim bahwa karate adalah bela diri terbaik yang bisa diajarkan kepada tantara Amerika juga terlihat beberapa kali melakukan serangan yang bukan merupakan ajaran karate. Adegan tarung terbaik di sini adalah pertarungan Ip Man melawan Wan Zhong Hua dan pertarungan Bruce Lee melawan para penyerangnya. Kedua pertarungan tersebut berada di paruh pertama film ini.

Dalam 11 tahun, Donnie Yen sudah membintangi 4 buah film Ip Man. Ia bahkan mengatakan bahwa di seluruh dunia, orang-orang lebih mengenalnya sebagai Ip Man, bukan Donnie Yen. Karenanya, banyak yang terkejut ketika ia menyatakan bahwa Ip Man akan menjadi film Ip Mannya yang terakhir. Selanjutnya, ia juga menyatakan tidak akan bermain di film kung fu lagi tetapi masih akan tetap bermain film. Karenanya, film ini patut dilihat oleh para penggemar Ip Man dan Donnie Yen sebagai tanda perpisahan untuk karirnya sebagai salah satu bintang film kung fu terbaik di dunia.

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game Steam tapi suka lupa maininnya.

  • 1

You Might also Like