// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Movie Review

Review Mortal Kombat, Reboot yang Lama Ditunggu

Share

Setelah film Mortal Kombat Annihilation pada tahun 1997, diperlukan lebih dari 20 tahun agar kita bisa menyaksikan kembali pertarungan sengit para pahlawan bumi melawan invasi para penyerang dari Outworld.

Mortal Kombat menceritakan turnamen antara Earthrealm dan Outworld. Jika salah satu pihak berhasil mengalahkan para jagoan pilihan dari salah sati dunia selama 10 kali berturut turut, maka pemenangnya akan menguasai dunia yang kalah.

Mortal Kombat yang dirilis tahun 2021 ini merupakan versi reboot. Jadi cerita dikisahkan dari awal tanpa mengindahkan film-film yang sudah ada sebelumnya. Diawali dengan peristiwa tragis yang dialami oleh keluarga Hanzo Hasashi. Mereka dibantai oleh Bi Han, yang bertindak untuk menghalangi terwujudnya ramalan bahwa akan muncul seorang pelindung bumi dari keluarga Hanzo Hasashi. Yup, di sini Bi Han adalah seorang pembunuh yang berpihak pada Outworld.

Cerita kemudian bergulir pada tokoh Cole Young, seorang petarung MMA dengan tanda lahir berupa naga di tangannya. Young dicari oleh Jax dan Sonya Blade yang yakin bahwa tanda tersebut merupakan bukti bahwa dia adalah salah satu orang yang ditakdirkan untuk menjadi salah satu petarung yang akan menjadi wakil bumi dalam menghadapi serangan Outworld.

Cole Young akhirnya ikut bersama kelompok Jax, Sonya Blade, dan Kano bersiap menghadapi serbuan Outworld di bawah bimbingan Lord Raiden. Raiden sendiri merupakan salah satu Elder Gods yang bertugas mengawasi turnamen Mortal Kombat tanpa diperbolehkan untuk turun tangan secara langsung. Oh ya, nantinya, Liu Kang dan Kung Lao juga akan muncul membantu mereka.

Di lain pihak, kubu Outworld di bawah komando Shang Tsung sudah sangat bernafsu untuk menghabisi para pelindung bumi. Para petarung yang mewakilinya adalah Goro, Kabal, Mileena, dan tentu saja Sub Zero. Akankah mereka berhasil menjadi penguasa bumi?

Sebagai sebuah film yang diangkat dari game fighting, bisa ditebak bahwa cerita bukanlah titik terkuat dari Mortal Kombat. Cerita dalam gamenya saja terlalu rumit dan memiliki alur yang kacau. Untungnya, film ini adalah versi reboot, sehingga alur cerita bisa dibilang masih cukup sederhana dan mudah diikuti.

Tampilan visual film ini sebenarnya boleh dibilang cukup rapi dan mengesankan. Adegan perkelahian dan tentunya efek spesialnya cukup mumpuni. Sayang beribu sayang, LSF menyensor cukup banyak adegan kekerasan sehingga memangkas waktu tayangnya hingga lebih dari 10 menit. Padahal, perkelahian yang keras dan sadis memang sudah menjadi trademark dari franchise Mortal Kombat.

Joe Taslim adalah salah satu magnet para penikmat film dari Indonesia untuk menonton film ini. Untungnya, dia berhasil memperlihatkan akting yang bagus, adegan laga yang seru dan sukses menjadi salah satu tokoh sentral di sini. Pokoknya, fans Joe Taslim akan puas menikmati kehadirannya sebagai Bi Han/Sub Zero.

Nah, jika Laikers sudah siap untuk menerima beberapa kekurangan dan kelebihan dalam film ini, kami bisa menegaskan bahwa film ini masih sangat layak untuk ditonton di bioskop. Tentunya dengan tetap memerhatikan protocol kesehatan ya!

Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game tapi suka lupa maininnya.

  • 1