// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Review Star Wars The Rise of Skywalker, Penutup Trilogi Ketiga

Share

Akhirnya sudah tiba saatnya untuk menikmati bagian terakhir dari trilogi ketiga Star Wars ini.

Satu tahun telah berlalu sejak kejadian dalam episode The Last Jedi. Kylo Ren (Adam Driver) semakin menggila dalam usahanya membangkitkan kekuasaan kelompok Sith. Tanpa kenal ampun ia menyingkirkan siapa saja yang menghalanginya. Sementara itu, kelompok Resistance terus menggalang kekuatan di bawah pimpinan Leia (Carrie Fisher) dan juga para pimpinan yang lain seperti Finn (John Boyega) dan Poe Dameron (Oscar Isaac). Rey (Daisy Ridley) sendiri semakin rajin berlatih agar bisa menggunakan kekuatan Force sebaik mungkin.

Ada sebuah kejutan di episode Rise of Skywalker ini dengan adanya kemunculan seorang musuh lama dari pihak Sith dan juga pasukan baru yang dipersiapkan oleh mereka. Tentu saja hal ini menjadi halangan terbesar kelompok Resistance yang ingin mempertahankan perdamaian galaksi dan bertekad menghancurkan pasukan First Order.

Cerita dalam The Rise of Skywalker terasa begitu cepat dan terkesan diburu buru. Episode ini juga memiliki beban khusus setelah The Last Jedi dianggap mengobrak abrik cerita Star Wars yang telah tertata selama puluhan tahun. Para penggemar Star Wars terbagi menjadi dua kubu, kubu pertama menginginkan kerangka asli Star Wars yang tidak diganggu gugat sedangkan kubu kedua justru menyambut baik arah cerita yang baru dan dianggap dapat membawa perubahan yang terasa segar.

Sayangnya, Disney nampaknya memilih untuk mencari cara yang aman untuk menamatkan trilogi Skywalker Saga ini. Mereka berusaha keras mengkoreksi penceritaan sehingga menjadi semirip mungkin dengan pakem Star Wars yang sudah ada selama ini dan hasilnya, seakan menihilkan perubahan yang dicoba untuk dimulai pada The Last Jedi. Sebenarnya, langkah ini bisa dimaklumi, karena Rise of Skywalker ini akan menjadi penutup bagi trilogi ketiga sekaligus ketiga trilogi tersebut. Wajarlah jika mereka memilih cara yang lebih aman untuk mengakhirinya dan mencoba memuaskan semua pihak.

Sejak pertama kali mencoba menghidupkan kisah Star Wars di tahun 2015 dengan The Force Awakens, JJ Abrams tampak begitu ambisius memperlihatkan sebuah galaksi yang hidup dengan berbagai keunikannya. Untuk The Rise of Skywalker ini, dia bahkan berusaha melampaui indahnya adegan-adegan dalam filmnya yang lain. Mulai dari adegan di padang pasir, hutan tropis yang rimbun sampai dengan duel dengan lightsaber yang wajib ada di film-film Star Wars, semuanya ditampilkan dengan begitu apik. Sayangnya, tidak demikian dengan dialognya yang terasa begitu mudah ditebak. Twist dan surprise yang ditampilkan di sini, meskipun menyenangkan, tidak terasa mengejutkan karena semuanya sudah dibahas oleh para penggemarnya dalam berbagai media daring.

Meskipun demikian, bagi fans lama Star Wars maupun yang baru mengikutinya sejak The Force Awakens, menonton The Rise of Skywalker ini adalah suatu hal yang tidak dapat dilewatkan. Film ini sudah tayang di bioskop bioskop sejak tanggal 18 Desember 2019.

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game Steam tapi suka lupa maininnya.

  • 1

You Might also Like