// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Movie Review

Review The Legend of Tarzan

Share

Sudah tidak terhitung banyaknya inkarnasi karakter Tarzan yang muncul di layar perak. Karakter buatan Edgar Rice Burroughs yang hadir di tahun 1912 ini, mencoba menarik penonton generasi baru yang sudah dimanjakan oleh teknologi CGI dan visual effect. The Legend of Tarzan dibintangi oleh juara renang Olimpiade Johnny Weissmuller sebagai sang manusia hutan dan Maureen O’Sullivan sebagai Jane.

Fans dari seri Tarzan karya MGM akan kecewa berat, karena di sini Jane berubah menjadi Amerika dan tidak ada lagi simpanse nakal bernama Cheetah. Tarzan kini digambarkan sebagai seorang aristokrat Inggris yang bernama Lord John Clayton III, pewaris gelar Greystoke. Akan ada kilas balik di sana dan di sini yang akan menceritakan masa lalu Tarzan, sehingga kita tidak perlu melihat kisah yang sama di sepertiga bagian film.

Tarzan-2

 

Plot baru dimulai ketika Tarzan memutuskan kembali ke Congo bersama Jane sebagai utusan dari Parlemen Inggris. Tujuan Tarzan kembali ke Congo adalah untuk menyelamatkan penduduk asli Congo dari eksploitasi dan pembunuhan masal yang didalangi oleh Kapten Leon Rom (Christoph Waltz). Pada awalnya Tarzan menolak undangan tersebut dengan beralasan, “Saya sudah melihat Afrika, dan di sana panas!”

Ternyata Rom hendak menuntun Tarzan ke tangan suku pedalaman Congo demi mendapatkan pasokan berlian legendaris. Nantinya berlian-berlian tersebut akan digunakan Rom untuk membentuk pasukan yang akan menguasai Congo sepenuhnya.

Tarzan-1

Plot yang terdengar sederhana ini ternyata kurang digarap baik oleh David Yates, sang sutradara Harry Potter. Ada banyak hal yang kurang dieksplorasi dengan baik sehingga membuat kami kebingungan ketika menyaksikan The Legend of Tarzan, terutama di sepertiga akhir film.

The Legend of Tarzan adalah upaya Warner Bros untuk menarik minat generasi baru terhadap kisah Tarzan. Hasilnya film ini memiliki CGI yang oke banget, cerita yang epik dan cara bertutur modern. Sayang, David Yates seperti kehilangan sentuhan ajaibnya di sini, sehingga The Legend of Tarzan kurang mengena di hati Laikdis.

[kad_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=dLmKio67pVQ” maxwidth=550 ]

Related Posts
Review Film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald

Setelah seri Harry Potter selesai, kita akhirnya kembali pada dunia sihir ciptaan JK Rowling melalui Selengkapnya

Review Film Overlord

Tidak seperti biasanya, sebuah film dirilis dengan begitu sedikit promo atau cerita tentang latar belakang Selengkapnya

Review Film Mara

Berdasarkan cerita-cerita dari orang tua, ketindihan adalah kondisi di mana sebuah kekuatan atau makhluk gaib Selengkapnya

Review Film Bohemian Rhapsody

Bohemian Rhapsody adalah sebuah biopic tentang Freddie Mercury, vokalis dari band legendaris Queen. Proses pembuatan Selengkapnya

Tags: