// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Movie Review

Sleepless review

Share

Pada tahun 2011, muncullah sebuah film asal Perancis berjudul Nuit Blanche. Film ini banyak mendapatkan pujian karena plot cerita yang bagus, aksi yang seru dan akting yang menawan para aktornya. Akhirnya, Hollywood kemudian membuat versi adaptasinya, tetapi apakah hasilnya sama bagusnya?

sleepless-01

Dalam film Sleepless, Jamie Foxx berperan sebagai tokoh utama bernama Vincent Downs. Di awal film, Downs dan rekannya Sean Cass (T.I.), merampok sebuah pengiriman kokain bernilai jutaan dollar. Mereka tidak tahu bahwa kokain tersebut adalah milik Stanley Rubino (Dermot Mulroney), seorang pemilik kasino besar sedangkan pembeli kokain tersebut adalah Rob Novak (Scott McNairy) seorang gangster berbahaya dari keluarga mafia Novak. Mereka berdua tentunya tidak ingin terlihat transaksi tersebut gagal dan akhirnya Rubino menyandera putra Downs untuk memaksanya mengembalikan kokain tersebut.

sleepless-04

Keadaan semakin bertambah rumit karena di saat bersamaan, Downs dan Cass sedang berada di bawah penyelidikan Jennifer Bryant (Michelle Monaghan) dan Doug Dennison (David Harbour) dari departemen Internal Affairs. Downs dan Cass sudah lama masuk dalam bidikan Bryant yang mencurigai mereka sebagai polisi-polisi kotor.

sleepless-02

Para penonton tentu saja diarahkan untuk menjadi pendukung aksi Downs sepanjang film, terlepas dari latar belakangnya sebagai polisi kotor ataupun jujur. Ingat, bagaimanapun juga, aksi-aksi nekatnya dimotivasi atas keinginan untuk menyelamatkan putranya. Jamie Foxx sendiri memiliki bakat yang luar biasa sebagai seorang aktor, tetapi sutradara Baran Odar tidak berhasil memanfaatkan hal tersebut. Ia tidak memberikan kesempatan yang cukup pada Foxx untuk mengembangkan karakternya dan menampilkan emosi yang berbeda-beda. Boleh dibilang sepanjang film Foxx tampil dengan emosi panik, tegang, dan marah. Itu saja!

sleepless-05

Sebagian besar dari adegan-adegan Sleepless berlokasi di sebuah kasino mewah Luxus. Tentu saja ada begitu banyak tempat yang bisa dieksplorasi dari sebuah kasino sebagai setting latar belakang adegannya, tetapi sekali lagi hal tersebut kurang bisa dimanfaatkan secara maksimal di sini. beberapa hal juga tidak bisa dijelaskan secara logis, seperti mengapa saat sedang bersembunyi dari Bryant, Downs justru menunjukkan dirinya, sehingga membuat Bryant kembali bersemangat mengejarnya lagi. Memang, adegan tersebut jadi kelihatan keren, tapi tetap saja, gak masuk akal.

sleepless-06

Film ini sebenarnya menawarkan premis yang cukup menjanjikan. Sayangnya, hasil akhirnya kurang berhasil mencatatkan film ini sebagus film aslinya. Meskipun demikian, film ini cukup seru untuk ditonton karena penampilan Jamie Foxx dan Michelle Monaghannya.

Related Posts
Review Invisible Man, Teror Seorang Suami Tak Kasat Mata

Film invisible Man ini sebenarnya adalah sebuah adaptasi kesekian kalinya atas buku novel berjudul sama Selengkapnya

Review Brahms: The Boy II, Twist yang Tidak Diharapkan

Di tahun 2016, sebuah film thriller berhasil mengejutkan banyak pihak karena mencuri perhatian berkat jalan Selengkapnya

Review Little Women, Hangatnya Sebuah Hubungan Keluarga

Little Women adalah sebuah kisah pendewasaan diri dari para perempuan keluarga March yang hidup di Selengkapnya

Review Birds of Prey, Harley Quinn dan Kawan-Kawan Barunya

Setelah diperkenalkan lewat film Suicide Squad, salah satu penjahat paling terkenal dari DC Comics, Harley Selengkapnya

Tags:
Gegemania

Suka beli film tapi suka lupa nontonnya.  Senang beli buku, tapi suka lupa bacanya.  Sering beli game tapi suka lupa maininnya.

  • 1