// Replace with first Tag Manager code
LOADING

Type to search

Movie Review

The Forest: Horror Hollywood dengan Setting Jepang

Share

Awal tahun 2016 dibuka dengan tayangnya sebuah film horror yang dibintangi oleh Natalie Dormer (Sara dan Jess) dan Taylor Kinney (Aiden). Di Indonesia, Natalie Dormer cukup dikenal karena perannya sebagai Margaery Tyrell dalam serial laris HBO, Game of Thrones, dan Cressida dalam The Hunger Games Mockingjay – Part 1 dan Part 2. Dalam keduanya, artis asal Inggris ini terlihat sangat meyakinkan ketika berperan sebagai seorang wanita yang memiliki pendirian kuat dan tangguh. Hal tersebut terlihat berbeda sekali ketika Natalie membawakan sosok Sara dan Jess dalam The Forest.

theforest01

Sara digambarkan sebagai seorang wanita khas perkotaan yang independen dan sangat menyayangi Jess, saudara kembarnya. Begitu mendengar kabar bahwa Jess menghilang setelah melakukan wisata bersama murid-muridnya di hutan Aokigahara, Jepang, tanpa pikir panjang, Sara pun segera berangkat ke Jepang untuk menyusul Jess. Hutan Aokigahara sendiri terkenal sebagai tempat bunuh diri paling populer di Jepang. Konon, saat malam tiba, yurei (arwah penasaran dari orang-orang yang melakukan bunuh diri di tempat tersebut) akan muncul di dalam hutan Aokigahara dan membuat kita membayangkan hal-hal yang buruk dan tidak nyata.

Begitu tiba di Jepang, Sara pun tanpa membuang waktu langsung mencari Jess hingga ke hutan Aokigahara. Dengan ditemani oleh Taylor Kinney yang berperan sebagai seorang jurnalis, Sara pun memberanikan diri untuk merambah hutan Aokigahara untuk menemukan Jess dan melanggar berbagai hal terlarang dalam hutan Aokigahara. Berhasilkah Sara menemukan Jess? Dan apakah yang harus dihadapi oleh Sara dalam hutan Aokigahara?

theforest02

Bagi Laikers yang benar-benar gemar menonton film horror, The Forest sepertinya akan terasa sangat kurang. Walaupun tema mengenai legenda hutan Aokigahara sendiri terasa cukup menarik. Sayangnya, misteri yang disuguhkan dalam The Forest terasa datar dan sudah tertebak dari awal. Bahkan hadirnya sosok-sosok yurei di dalamnya pun terasa tidak menolong. Beberapa malah terasa seakan dipaksakan. Dari segi akting, Natalie Dormer dan Taylor Kinney terlihat cukup meyakinkan dalam membawakan perannya. Kekurangan hanya terdapat pada aksen Natalie Dormer yang walaupun telah berusaha berbicara dengan aksen Amerika tetapi masih terasa aksen Inggris-nya. Secara keseluruhan, The Forest layak ditonton, apalagi jika Laikers sudah kangen menonton film bergenre horor yang cukup lumayan.

Tags: